January 22, 2019

Pasir dan Api

“...Tell me that and we’ll go. Right now. Save ourselves and leave this place to burn. Tell me that’s how you want your story to go and we’ll write it straight across the sand...”
- Alwyn Hamilton -



Kisah-kisah berbau Arabian Nights sepertinya memang masih mampu menjadi story material yang menarik bagi pembaca novel fantasi. Sebut saja dwilogi THE WRATH AND THE DAWN bikinan Renee Ahdieh yang bikin klepek klepek itu. Namun kali ini saya akan mencurhatkan tentang buku terakhir dari trilogi REBEL OF THE SANDS bikinan Alwyn Hamilton. Tidak ada edisi terjemahannya, mohon maaf. Buku ketiga ini berjudul HERO AT THE FALL, pamungkas dari dua buku sebelumnya berjudul REBEL OF THE SANDS (di sini ada curhatannya) dan TRAITOR TO THE THRONE (cek sini)

January 16, 2019

Kura-Kura Melawan Raja

"...Kura-Kura Berjanggut, kisah tentang seekor kura-kura tua yang merasa dirinya paling pintar dan bijaksana, tapi ditipu oleh seekor unta pengelana yang dikutuk Nabi Sulaiman..."
- Sultan Nuruddin -

Kapal Inggris yang mendarat di Kerajaan Lamuri

Beberapa waktu lalu, saat saya berpartisipasi dalam diskusi hangat tentang sebuah novel fantasi terjemahan yang disponsori penerbit, saya dan seorang publisis penerbit tersebut membicarakan topik di luar bahan diskusi hari itu. Sebuah novel lokal berjudul KURA-KURA BERJANGGUT, karya Azhari Aiyub yang ternyata terbit April 2018 dan memenangkan Kusala Sastra Khatulistiwa 2018. Novel ini menjadi semacam perbincangan hangat di komunitas di luar zona nyaman saya yang sebagian besar berkutat pada novel fantasi terjemahan.

KURA-KURA BERJANGGUT dapat dikategorikan sebagai semacam fiksi sejarah. Ditulis dengan rinci dan meyakinkan, novel setebal 960 halaman ini menjadi sebuah karya yang 'berani' untuk penulis Indonesia. Mengapa saya sebut demikian? Karena menulis dan menerbitkan novel setebal ini pertaruhannya tidak main-main, harga produksi saja sudah bikin pusing. Lantas, apakah layak dengan ketebalan begini?

January 6, 2019

Bermain dengan Takdir

“...Real life's nasty. It's cruel. It doesn't care about heroes and happy endings and the way things should be. In real life, bad things happen. People die. Fights are lost. Evil often wins...”
- Darren Shan -


Halo, 2019 sudah hadir !

Mengawali tahun ini, saya akhirnya menyelesaikan membaca sebuah seri alias saga yang sudah hits bertahun-tahun lalu. Tidak tanggung-tanggung, ada 12 buku, yang untungnya setebal Goosebumps. 6 buku saya selesaikan di 2018, dan sisanya baru kelar barusan. Pendapat keseluruhan: menarik.

Seri apa sih?

DARREN SHAN SAGA, adalah sebuah seri yang ditulis oleh Darren Shan dan terbit mulai dari tahun 1997-2004 di luar sana, sedangkan untuk edisi terjemahan, kelar 2010 lalu dalam bentuk tiga boxset berwarna merah, hijau, dan biru yang merupakan edisi langka incaran para kolektor novel fantasi. Saya seperti biasa, memperoleh seri ini dengan harga yang cukup rasional dari toko buku langganan. Tidak langsung dibaca, tetapi ditimbun dulu seperti biasa. Saat saya sedang libur begini, keinginan untuk menuntaskannya pun muncul, dan syukurlah saya berhasil.

December 12, 2018

When The Earth Runs Dry

"...People can be monsters. Whether it's just their actions, or whether it's who they really are, it doesn't matter. The result is the same..."
- Neal Shusterman -



It's been a while since I didn't read any novels from my usual genres. Gotta tell you that I had other things to do. So, when the 'hell week' was over, I decided to read something. DRY, by one of my favorite authors, Neal Shusterman, together with his son, Jarrod Shusterman. I often mentioned the books made by him. UNWIND dystology and THE ARC OF SCYTHE, one kind of underrated author here. But still, his books have powerful messages about our pathetic human race.

What happened when the tap runs dry?

A human-induced disaster came in California, when the 'Tap-Out' came and suddenly there wasn't any water left. Nearest rivers had been dried since. No rains, just perfect burning sun, added by enormous fire who came crushing the forest. Who's the accused? Who would take the blame?

November 24, 2018

Balap-Balapan di Internet

"...When you break the Internet you don't literally have to *break* the Internet...!"
- Yesss -



Do not let the kid inside you gets die...
Jadi dalam minggu-minggu penuh aktivitas ekstra plus berpikir dan menulis dan khasnya anak sekolahan, sepertinya menonton film animasi adalah pilihan terbaik. Berhubung WRECK IT RALPH-2: RALPH BREAKS THE INTERNET sudah hadir di bioskop, akhirnya saya dan teman-teman via oom bajaj sukses menempuh hujan di kemacetan ibukota untuk melihat apa kali ini yang diperbuat Ralph dan sahabatnya, Vanellope von Schweetz.

Film WRECK IT RALPH pertama muncul tahun 2012. Menceritakan kisah Ralph, seorang tokoh game arcade yang bosan jadi penjahat dengan kewajiban merusak bangunan. Sebenarnya saya sudah lupa juga kisahnya di pilem pertama, tapi singkat cerita, Ralph akhirnya bersahabat dengan Vanellope, pembalap lucu dari game Sugar Rush.

November 14, 2018

Propaganda Grindelwald

“...The name of Grindelwald is justly famous: In a list of Most Dangerous Dark Wizards of All Time, he would miss out on the top spot only because You-Know-Who arrived, a generation later, to steal his crown...” 
- JK Rowling -



WARNING: SPOILERS INSIDE !!!

I SOLEMNLY SWEAR THAT I'M UP TO NO GOOD...

Setelah menantikan selama dua tahun dari film pertama yang berjudul FANTASTIC BEASTS AND WHERE TO FIND THEM, para penggemar di seluruh dunia akhirnya bisa menikmati suguhan terbaru dari WIZARDING WORLD, kali ini mengambil judul FANTASTIC BEASTS: THE CRIMES OF GRINDELWAD. Saya sudah menanti-nantikan ini, dan beberapa jam lalu saya telah menuntaskannya dengan cukup terperangah. Yok kita mulai.

Di akhir film pertama, kita tahu bahwa Gellert Grindelwald, seorang penyihir hitam berhasil ditangkap oleh Newt Scamander dkk dan dibawa ke tahanan MACUSA (Kementerian Sihir-nya Amerika). Nah, di pilem kedua, terjadi kurang lebih setahun pasca insiden tersebut, yakni tahun 1927. Gellert Grindelwald berhasil kabur saat mau dipindahkan dari penjara MACUSA untuk dibawa ke Eropa. Mumpuni banget orang ini memang. Punya Elder Wand pula.

November 1, 2018

Rhapsody of Pain

"...I love the fact that I can make people happy, in any form. Even if it's just an hour of their lives, if I can make them feel lucky or make them feel good, or bring a smile to a sour face, that to me is worthwhile..."
- Farroukh Bulsara (Freddie Mercury) -

Bohemian Rhapsody 2018


Sebagai orang yang sok-sok menjadi penikmat dunia perfilman masa kini, saya mau tidak mau cukup menanti-nantikan sebuah biopic dari salah satu grup musik legendaris dunia, Queen. Saya bukan fans berat Queen, tetapi saya cukup familier dengan lagu-lagu bikinan bapak-bapak ini (old soul, young heart, saya gitu sih -- ditabok sendal). Lagu-lagu Queen ini adalah semacam anthem yang tidak lekang oleh waktu dan memberikan banyak kontribusi dalam dunia musik internasional. Nah, seperti biasanya lagi, vokalis grup musik adalah sosok yang akan menjadi perhatian, terlebih lagi sosok Freddie Mercury, vokalis Queen yang telah berpulang lebih dari dua dekade lalu.

Film berjudul BOHEMIAN RHAPSODY bukanlah film musikal, tetapi musik adalah nyawa dalam film ini. Saat menontonnya, mau tidak mau pemirsa akan bernyanyi mengikuti alunan lagu-lagu legendaris dan larut dalam hingar bingar keajaiban dunia hiburan, seolah kita berada dalam konser-konser hits-nya Queen dan merasakan atmosfir gegap gempita yang serupa.

The Long Conversation With You

  “The worst part of holding the memories is not the pain. It's the loneliness of it..." - Lois Lowry Hi Mas, it's been a while...