"...The most dangerous kind of man is not the one who spent his youth shoving others around. That kind of man gets lazy, and is often too content with his life to be truly dangerous. The man who spent his youth being shoved around, however … When that man gets a little power and authority, he often uses it to become a tyrant on par with the worst warlords in history..."
- Professor Fitch -
Sebelum memulai masa pendidikan, saya menghabiskan waktu berharga dengan cara berleha-leha sambil membaca. Hobi saya yang biasa. Nah, waktu berkunjung ke rumah papaGentur, bos geng admin tempo hari, saya berhasil meminjam sebuah buku milik beliau berjudul THE RITHMATIST, bikinan tak lain tak bukan dari Brandon Sanderson nan nyebelin. Buku-bukunya Brandon Sanderson masuk ke dalam wishlist selain penulis lain. Kita sudah tau, beliau adalah jenis penulis produktif yang berurusan dengan multi-genre dari fantasi. Mulai dari high fantasy sampai jenis yang menyebalkan bikin pingin bakar rumah (ALCATRAZ AND THE EVIL LIBRARIANS), dengan penjelasan yang cukup mumpuni. THE RITHMATIST merambah subgenre lain dari fantasi, yang sepertinya jarang saya baca, yakni steampunk/gearpunk.
Genre ini berpusat kepada keterlibatan teknologi mesin uap yang berkelindan dengan fantasi, meskipun dalam THE RITHMATIST belum terlalu terasa. Genre serupa bisa ditemukan di THE HUNGRY CITY CHRONICLES nya Philip Reeve (belom punya dan belom niat membaca). Yang jelas, Sanderson menggunakan semesta alternatif untuk penggambaran setting di THE RITHMATIST. Semesta alternatif yang digunakan adalah Benua Amerika versi The United Isles, bukan United States.