April 15, 2019

Do Not Cheat the Death

“...And the most terrifying question of all may be just how much horror the human mind can stand and still maintain a wakeful, staring, unrelenting sanity...”



April 2019 menyuguhkan banyak tontonan dan keributan. Kita skip saja keributannya, mari melipir ke tontonan saja. Seperti biasa, saya tidak akan menyesali konten blog ini yang semakin penuh dengan curhatan mengenai mahakarya bikinan om King. Saya sudah jadi bucinnya, apa daya. PET SEMATARY hadir di layar lebar awal bulan ini. Nonton? O tentu tidak. Penakut.

Trus mau curhat apa?
PET SEMATARY diangkat dari novel berjudul sama yang terbit tahun 1983. Sebenarnya, PET SEMATARY sudah pernah dipilemkan tahun 1989. Novel ini merupakan karya legendaris si om, yang mana beliau akui sebagai karya beliau yang paling beliau anggap menyeramkan. Dalam kata pengantar di novelnya, si om mengakui bahwa dirinya 'kelewat batas' di novel ini.

March 12, 2019

Akhir, Getir

“...Human...I don't know what that word means...Tell me what defines it. What sets it apart? Are you going to tell me its love? A crocodile will defend her brood to the death. Hope? A lion will stalk its prey for days. Faith? Who is to say what gods populate an orangutan's imagination. We build? So do termites. We dream? House cats do that on the windowsill...We live in a shabby edifice...hastily erected over a span of ten thousand years, and we draw he flimsy curtains to hide the truth from ourselves...”
- Dr.Pellinore Warthrop -

 

Baru Januari lalu saya mencurhatkan tentang buku ketiga dari seri THE MONSTRUMOLOGIST karya Rick Yancey yang berjudul THE ISLE OF BLOOD (cek di sini), tak diduga kabar baik muntjul dalam buku terakhir yang nongol baru saja kemarin untuk edisi terjemahannya. THE FINAL DESCENT dalam judul terjemahan TURUNAN TERAKHIR sudah bisa anda temukan di toko-toko buku kesayangan. Buku pamungkas ini tidak setebal tiga pendahulunya, hanya sekitar 300an halaman. Namun, seperti judul curhatan kali ini, pamungkas yang dihadirkan om Yancey memunculkan satu kata, GETIR.

Mengapa kok lebih tipis? Apa yang terjadi dengan Will Henry dan Doktor Warthrop?

March 11, 2019

Don't Wake Aurora Up, She Hates It

“...That was one way in which the sexes had never been equal; they were not equally dangerous...”
- Stephen King -

 

Beberapa waktu lalu, MasJun membelikan saya novelnya om King yang dibikin duet dengan anaknya - Owen King, berjudul SLEEPING BEAUTIES (2017). Selain karena saya adalah budak cintanya om King, judul novel stand alone ini tentunya mengingatkan khalayak pada dongeng ternama tentang Putri Tidur yang harus dikecup sang pangeran biar bangun. Namun, dalam kisah kompleks ini, jangan coba-coba membangunkan. You'll end up dead.

Seperti biasa, tebalnya sekitar 699 halaman, dengan jumlah tokoh yang banyak dan saling berkelindan. Menarik tentunya, semakin tebal semakin seksi. Ada hawa CASUAL VACANCY-nya tante Rowling dan ada rasa-rasa UNDER THE DOME di sini. Kalau belum baca, silakan melipir sana. Lantas bagaimana kesan keseluruhan? Yok disimak curhatan ini sampai tuntas.

March 6, 2019

When I Feel an Urge to Have a Dragon for Keeping My Books and Travelling With Me

"...I didn't write this story for people who want to rule the world, or for those who always have to show tat they are stronger, faster, and better than everyone else...or for those who think that human beings are the crown of creation
This story is for all who have the courage to protect instead of dominate, to save instead of plundering, and to preserve instead of destroying..."
- Cornelia Funke -






Meskipun menurut buku ajar FANTASTIC BEASTS AND WHERE TO FIND THEM yang menyebutkan bahwa naga mendapatkan tanda silang XXXXX (berbahaya dan tidak mungkin ditaklukkan), nyatanya naga selalu menjadi subjek menarik dalam berbagai kisah fantasi. Kita tahu bahwa naga memiliki kebijaksanaan mendalam, keserakahan (Smaug, sebagai contoh), dan jelas kekuatan yang luar biasa. Saya jelas kepingin punya satu buat menjaga buku-buku dan jalan-jalan ke seantero dunia, pilihan transportasi menarik selain balon udara warna-warni, bubuk Floo, portkey, atau pintu kemana saja.

Sebagai fans novel fantasi bikinan Cornelia Funke, novelis asal Jerman dengan karya-karya legendaris captivating seperti INKHEART SERIES, MIRRORWORLD SERIES, dan novel-novel stand alone indahnya, saya cukup terkejut bahwa ada lanjutan dari kisah DRACHENREITER yang saya baca sekian tahun lalu. Judulnya kali ini THE GRIFFIN'S FEATHER.

March 4, 2019

R.A.F.E (Rules Aren't For Everyone)

“...There’s only one problem: Bullies, it turns out, don’t read too much. I guess reading really isn’t a job requirement in the high-paying fields of name-calling, nose-punching, and atomic-wedgie-yanking...”
- Rafe Katchadorian -

Rafe dan teman-teman satu kabin


Hai..
Dalam beberapa waktu terakhir, saya sepertinya kebanyakan urusan dan distraksi sehingga menelantarkan blog ini. Mohon maaf ya blog, kali ini saya akan menulis lagi. Tetap receh curhatan tidak terlalu penting seperti biasa. 

Kisah kali ini diperoleh dari hasil berburu pas presale BIG BAD WOLF Jakarta 2019 beberapa hari lalu dan saya menemukan beberapa wishlist yang menjebol dompet. Tapi it's worth it. Rehat dunia nyata yang super menyenangkan. Semacam highlight di awal tahun 2019 yang dibanjiri oleh beraneka keributan dunia maya, perpolitikan, plus kerusakan tiada habis bikinan seantero umat.

Baca apa kali ini?

January 30, 2019

Hujan Darah

"...Is it any wonder the power this man held over me - this man who did not run from his demons like most of us do, but embraced them as his own, clutching them to his heart in a choke-hold grip. He did not try to escape them by denying them or drugging them or bargaining with them. He met them where they lived, in the secret place most of us keep hidden. Warthrop was Warthrop down to the marrow of his bones, for his demons defined him; they breathed the breath of life into him; and without them, he would go down, as most of us do, into the purgatorial fog of a life unrealized..."
- William James Henry -




Ranah novel fantasi adalah dunia bacaan menyenangkan yang telah menemani saya sejak dini. Subgenre-nya yang multivariasi dengan berbagai level keseruan, membuat saya bertahan menjadi fans garis keras dalam kisah-kisah yang katanya cuma dongeng semata. Kali ini yang membuat saya terhibur dengan cara yang cukup kelam dan memualkan, adalah buku ketiga dari seri MONSTRUMOLOGIST, bikinan Rick Yancey dengan judul THE ISLE OF BLOOD, edisi terjemahannya berjudul PULAU DARAH, baru nongol beberapa hari lalu di toko buku.

Saya sudah mengikuti seri pekat ganjil ini sejak awal, yakni SANG MONSTRUMOLOGIS dan KUTUKAN WENDIGO (curhatannya di sini dan di situ). Kisah petualangan Will Henry bersama guru/mentor/wali-nya Dr.Pellinore Warhtrop yang sangat ahli dan mumpuni dalam bidang biologi menyimpang-monster, mengusung kegelapan-kegelapan yang semakin dalam, pekat, filosofis, dan tentunya tetap menggugah.

January 24, 2019

Fungsi Perempuan



“...We were the people who were not in the papers. We lived in the blank white spaces at the edges of print. It gave us more freedom.

We lived in the gaps between the stories...”
- Margaret Atwood -



Saya tidak pernah merasa seterhina ini saat dan sesudah membaca sebuah buku. Itu saya ungkapkan beberapa jam lalu ketika random curhat emosian paska menyelesaikan sebuah bacaan yang cukup depresif. Bagi yang sudah familier dengan gambar di atas, ini adalah curhatan tentang THE HANDMAID'S TALE, yang diterjemahkan dalam judul KISAH SANG HANDMAID, bikinan Margaret Atwood yang terbit edisi aslinya tahun 1985. Edisi terjemahannya baru muncul Januari 2019 ini, mungkin mengingat kesuksesan seri adaptasinya.

Jadi kenapa sih kok gitu amat?

The Long Conversation With You

  “The worst part of holding the memories is not the pain. It's the loneliness of it..." - Lois Lowry Hi Mas, it's been a while...