May 29, 2019

Doa Dalam Kemarau

“...There are some times...when the love for people is strong and warm like a sorrow...”



Bulan Mei adalah bulan yang warnanya terlalu banyak. Saking banyaknya, otak dan hati cenderung tidak muat. Saya disuguhi beraneka sajian, mulai dari masalah sampai kebahagiaan. Ya khasnya manusia sih. Ingin sekali melarikan diri masuk buku, menghilang jauh dari keributan. Dan di suatu kesempatan, sebagai booknerd yang kangen sekali membaca, saya melonjak senang ketika dipersilakan memilih salah satu buku sebagai hadiah pengurangan jatah usia. TO A GOD UNKNOWN, edisi terjemahan dari Gramedia Pustaka, karya John Steinbeck memanggil saya sebagai pelarian kali ini.

Klasik? Berat? Yep, why not ?

May 18, 2019

Balada Vaksinasi

“...In 1736 I lost one of my sons, a fine boy of four years old, by the small-pox, taken in the common way. I long regretted bitterly, and still regret that I had not given it to him by inoculation. This I mention for the sake of parents who omit that operation, on the supposition that they should never forgive themselves if a child died under it; my example showing that the regret may be the same either way, and that, therefore, the safer should be chosen...”
- Benjamin Franklin -


Era revolusi industri 4.0 sedang berlangsung, bahkan beberapa negara maju akan mempersiapkan diri memasuki revolusi industri 5.0. Sekian banyak kemajuan yang berhasil dicapai oleh umat manusia berhasil mempertahankan organisme parasit cerdas ini ke kondisi kehidupan yang lebih baik dan lebih mudah dari hari ke hari. Akan tetapi, seperti biasa, kemajuan akan tetap memperoleh tantangan. Meskipun kemajuan tersebut telah terbukti mampu menyelamatkan jutaan nyawa dan menambah usia harapan hidup.

Edward Jenner (1796), seorang dokter berkebangsaan Inggris pertama kali melakukan vaksinasi cacar yang berhasil menyelamatkan nyawa banyak orang. Wabah hitam yang menyerang benua Eropa dan membabat habis lebih dari sepertiga populasinya disebabkan oleh cacar ini (smallpox). Perjuangan dr Jenner dilanjutkan oleh Louis Pasteur, yang berhasil menyempurnakan vaksin cacar sehingga pada akhirnya di tahun 1979, cacar bisa dieradikasi. Sejarah mencatat sekitar 200-300 juta orang tewas hingga abad 20 akibat serangan cacar sebelum ditemukannya imunisasi.

May 17, 2019

Which God Will Listen

"...Oh, but if they saw, my darling. Even half of what you have. If only they saw. They would say kinder things, surely...”




I'm not a fan of sad or gloomy stories, not because I hate them, but 'cause I could easily cry myself out. For a constant looking-happy people, I'm a total 'seblak basah'. LAYU. Besides, crying leads to gloomy mood and of course mild dehydration. Those things make me hungry.

But an editor/my mood-swinger/the maze gave me a poetry book titled SEA PRAYER by Khaled Hosseini, as his gift to his comeback to Indonesia after spent ten months in United States. He loved poems and many gloomy stories. I like poems a bit, but I prefer my usual routine first (Gosh, I miss reading fantasy novels). So, when I asked him why he gave this book to me, he simply said that this book will suit me. Okay, it turns out to be true. I felt gloomy after finishing this sad book and this keep me thinking wider, what human had done to their own races.


April 15, 2019

Do Not Cheat the Death

“...And the most terrifying question of all may be just how much horror the human mind can stand and still maintain a wakeful, staring, unrelenting sanity...”



April 2019 menyuguhkan banyak tontonan dan keributan. Kita skip saja keributannya, mari melipir ke tontonan saja. Seperti biasa, saya tidak akan menyesali konten blog ini yang semakin penuh dengan curhatan mengenai mahakarya bikinan om King. Saya sudah jadi bucinnya, apa daya. PET SEMATARY hadir di layar lebar awal bulan ini. Nonton? O tentu tidak. Penakut.

Trus mau curhat apa?
PET SEMATARY diangkat dari novel berjudul sama yang terbit tahun 1983. Sebenarnya, PET SEMATARY sudah pernah dipilemkan tahun 1989. Novel ini merupakan karya legendaris si om, yang mana beliau akui sebagai karya beliau yang paling beliau anggap menyeramkan. Dalam kata pengantar di novelnya, si om mengakui bahwa dirinya 'kelewat batas' di novel ini.

March 12, 2019

Akhir, Getir

“...Human...I don't know what that word means...Tell me what defines it. What sets it apart? Are you going to tell me its love? A crocodile will defend her brood to the death. Hope? A lion will stalk its prey for days. Faith? Who is to say what gods populate an orangutan's imagination. We build? So do termites. We dream? House cats do that on the windowsill...We live in a shabby edifice...hastily erected over a span of ten thousand years, and we draw he flimsy curtains to hide the truth from ourselves...”
- Dr.Pellinore Warthrop -

 

Baru Januari lalu saya mencurhatkan tentang buku ketiga dari seri THE MONSTRUMOLOGIST karya Rick Yancey yang berjudul THE ISLE OF BLOOD (cek di sini), tak diduga kabar baik muntjul dalam buku terakhir yang nongol baru saja kemarin untuk edisi terjemahannya. THE FINAL DESCENT dalam judul terjemahan TURUNAN TERAKHIR sudah bisa anda temukan di toko-toko buku kesayangan. Buku pamungkas ini tidak setebal tiga pendahulunya, hanya sekitar 300an halaman. Namun, seperti judul curhatan kali ini, pamungkas yang dihadirkan om Yancey memunculkan satu kata, GETIR.

Mengapa kok lebih tipis? Apa yang terjadi dengan Will Henry dan Doktor Warthrop?

March 11, 2019

Don't Wake Aurora Up, She Hates It

“...That was one way in which the sexes had never been equal; they were not equally dangerous...”
- Stephen King -

 

Beberapa waktu lalu, MasJun membelikan saya novelnya om King yang dibikin duet dengan anaknya - Owen King, berjudul SLEEPING BEAUTIES (2017). Selain karena saya adalah budak cintanya om King, judul novel stand alone ini tentunya mengingatkan khalayak pada dongeng ternama tentang Putri Tidur yang harus dikecup sang pangeran biar bangun. Namun, dalam kisah kompleks ini, jangan coba-coba membangunkan. You'll end up dead.

Seperti biasa, tebalnya sekitar 699 halaman, dengan jumlah tokoh yang banyak dan saling berkelindan. Menarik tentunya, semakin tebal semakin seksi. Ada hawa CASUAL VACANCY-nya tante Rowling dan ada rasa-rasa UNDER THE DOME di sini. Kalau belum baca, silakan melipir sana. Lantas bagaimana kesan keseluruhan? Yok disimak curhatan ini sampai tuntas.

March 6, 2019

When I Feel an Urge to Have a Dragon for Keeping My Books and Travelling With Me

"...I didn't write this story for people who want to rule the world, or for those who always have to show tat they are stronger, faster, and better than everyone else...or for those who think that human beings are the crown of creation
This story is for all who have the courage to protect instead of dominate, to save instead of plundering, and to preserve instead of destroying..."
- Cornelia Funke -






Meskipun menurut buku ajar FANTASTIC BEASTS AND WHERE TO FIND THEM yang menyebutkan bahwa naga mendapatkan tanda silang XXXXX (berbahaya dan tidak mungkin ditaklukkan), nyatanya naga selalu menjadi subjek menarik dalam berbagai kisah fantasi. Kita tahu bahwa naga memiliki kebijaksanaan mendalam, keserakahan (Smaug, sebagai contoh), dan jelas kekuatan yang luar biasa. Saya jelas kepingin punya satu buat menjaga buku-buku dan jalan-jalan ke seantero dunia, pilihan transportasi menarik selain balon udara warna-warni, bubuk Floo, portkey, atau pintu kemana saja.

Sebagai fans novel fantasi bikinan Cornelia Funke, novelis asal Jerman dengan karya-karya legendaris captivating seperti INKHEART SERIES, MIRRORWORLD SERIES, dan novel-novel stand alone indahnya, saya cukup terkejut bahwa ada lanjutan dari kisah DRACHENREITER yang saya baca sekian tahun lalu. Judulnya kali ini THE GRIFFIN'S FEATHER.

The Long Conversation With You

  “The worst part of holding the memories is not the pain. It's the loneliness of it..." - Lois Lowry Hi Mas, it's been a while...