December 22, 2021

Perkara Yuni

"...Perempuan datang atas nama cinta
Bunda pergi karna cinta
Digenangi air racun jingga adalah wajahmu
Seperti bulan lelap tidur di hatimu
yang berdinding kelam dan kedinginan..."

- Rako Prijanto -

 


Beberapa bulan lalu, saya sempat berjanji dengan salah satu teman ghibah buku (sebut saja namanya Iqi, kayaknya jomblo, gesrek, dan hobi memancing keributan dengan topik sensitip) untuk menonton beraneka pilem buatan anak negeri yang award winning atau award considering. Sebagai individu julid, nonton pilem lokal di bioskop adalah hal yang jarang saya lakukan. Upaya menghindari kelakuan over critics dan misuh-misuh entah karena naskah atau akting pelakon. Sombong? Mungkin. Tapi ya selera dan pilihan saya begitulah modelnya. Hasil paparan bertahun-tahun terhadap tontonan dari negeri lain nan asing.

YUNI yang merupakan film lokal dengan bahasa daerah ini sudah menjadi incaran kami selain judul-judul lain. Akhirnya kemarin sore bisa menontonnya dengan cukup tenang paska keributan harian. Lantas bagaimana kesan dan pesannya?

November 16, 2021

The Forgiving Efforts

 “...Children begin by loving their parents; as they grow older they judge them; sometimes they forgive them...”
- Oscar Wilde -

Image courtesy: personal shots

I haven't read much lately. Part of my daily brain exhaustion of workloads and of course my mental instability. 2021 has been so rough to me, but clearly it is kind enough too, in making me grow and learn. While handling the battle inside, I managed to read a tear-jerker book titled CHASING FORGIVENESS, written by Neal Shusterman. One of my long list author.

The truth about forgiving is damn so hard when you need to forgive yourself. At least for me. I am still on self-blaming condition about my own doings, love decisions, and others. So, when I finally finished this book last night, I might be continuing my journey in chasing forgiveness for myself. Another ups and downs journey indeed.

September 8, 2021

Darah Ribet ( Cormoran Strike #5 Troubled Blood - Robert Galbraith)

 “...Family not only need to consist of merely those whom we share blood, but also for those whom we'd give blood...”

- Charles Dickens -


Image courtesy: Pininterest

Tahun 2021 masih babak belur seperti pendahulunya, meskipun toleransi dan kekebalan sudah mulai lebih baik di bulan kesembilan. Di tengah beraneka gejolak, saya sudah nyaris lupa rasanya menamatkan buku secara ngebut tapi berkesan. Dan saya akhirnya menulis lagi setelah absen sekian bulan. Buku apa sih memangnya?

TROUBLED BLOOD (CORMORAN STRIKE#5) diterjemahkan dengan judul KECAMUK DARAH di Indonesia, nyaris setahun jaraknya dari rilis edisi bahasa Inggris di September 2020 lalu. Saya adalah fans Cormoran Strike, si detektif swasta problematik yang otaknya sungguh menarik. Dua tahun lalu sempat heboh dengan insiden di buku keempatnya (LETHAL WHITE) yang memang bikin urusan skandal kerajaan jadi terlihat tak sekedar gosip selebritas.

July 27, 2021

Toko Sulap ( Into the Magic Shop - James R Doty)

 "...on days I hate being myself, days I want to disappear forever...let's make a door in your heart... open the door and this place will await...It's okay to believe, the Magic Shop will comfort you..."

- BTS -


Image courtesy: dreamtime.com

Saya tau, bukan saya sendiri yang mulai tidak waras di kondisi pandemi tak berkesudahan ini. Namun, jika mau sedikit menilik segala kehilangan yang telah saya jalani sebagai individu, babak belur secara mental tampaknya mewarnai kehidupan sepanjang 2020 hingga paruh tengah 2021. Untungnya, saya masih memiliki banyak hal yang bisa saya syukuri, termasuk hobi membaca ini.

Saya sudah sering menyatakan bahwa saya bukan fans buku-buku self help yang hits beberapa tahun terakhir. Saya dari dulu sudah mencoba Chicken Soup, bukunya Robin Sharma, The Secret, bukunya Haemin Sunim, dan entah apa lagi. Dengan tidak mengurangi rasa hormat pada penulis-penulis kawakan yang menjajakan upaya menolong diri sendiri ini, saya tetap tidak klik. Entah saya yang terlalu memandang sinis pada dunia, hatinya batu, atau memang simpelnya bukan cangkir selera saya.

June 29, 2021

Bokanovskified (Brave New World - Aldous Huxley)

 “...But I don't want comfort. I want God, I want poetry, I want real danger, I want freedom, I want goodness. I want sin...”

- the Savage -


Image courtesy: pinterest

Beberapa tahun lalu, saya sempat memiliki edisi terjemahan dari sebuah novel klasik fenomenal berjudul BRAVE NEW WORLD bikinan Aldous Huxley. Novel ini pertama kali diterbitkan pada tahun 1932 dan menimbulkan kehebohan dikarenakan kontennya yang kontroversial. Sayangnya, saya tidak klik dengan edisi terjemahan tersebut. Saya menyerah lalu menghibahkannya.

Kemudian hampir delapan dekade setelah terbit pertama kali, saya akhirnya memperoleh edisi vintage dengan sampul unik edisi berbahasa Inggris dari novel ini. Namun, butuh upaya terseok-seok menyelesaikannya, karena saya dilanda reading slump dan memang kontennya ini agak 'berat'.

June 24, 2021

Refleksi Perempuan Rantau (Burung-Burung Rantau - YB Mangunwijaya)

 “Perempuan adalah bumi, yang menumbuhkan padi dan singkong, tetapi juga yang akhirnya memeluk jenazah-jenazah manusia yang pernah dikandungnya dan disusuinya.” 

 

Image courtesy: personal collection

Apakah saya sudah mentasbihkan diri menjadi feminis dalam beraneka curhatan perbukuan akhir-akhir ini? Oh sayangnya tidak. Saya masih meraba-raba jalur menuju humanis. Istilah yang saya rasa lebih cocok dengan kecondongan pandang diri saat ini.

Dihadiahi buku sebagai perayaan hari lahir adalah sesuatu yang sangat membahagiakan bagi saya yang udah kadung cinta dengan dunia ini sejak sudah mampu membaca. Maka, sebuah edisi BURUNG-BURUNG RANTAU karya mendiang romo YB Mangunwijaya, dikirimkan langsung dari Yogyakarta atas titah si nyonya, salah satu perempuan aneh yang entah kenapa mengenal saya.

May 31, 2021

Questioning the Lessons (21 Lessons for the 21st Century - Yuval Noah Harari)

“...We should never underestimate human stupidity. Both on the personal and on the collective level, humans are prone to engage in self-destructive activities...”

 

Image courtesy: personal collection

Butuh waktu cukup lama bagi saya untuk menuntaskan buku non fiksi anyar bikinan Yuval Noah Harari yang berjudul 21 LESSONS FOR THE 21ST CENTURY ini. Tak seperti SAPIENS dan HOMO DEUS, edisi yang saya baca ini adalah edisi berbahasa Inggris yang saya peroleh dari hasil berburu diskonan di toko buku daring langganan tahun lalu. Boleh jadi saya sedikit terlambat dari tahun rilisnya (2018) yang jelas-jelas penulisannya belum dipengaruhi hantaman disrupsi si COVID-19.

Jadi apa yang dapat ditangkap dari buku ribut ini?

May 30, 2021

Perempuan, Identitas, Kebodohan (Ronggeng Dukuh Paruk - Ahmad Tohari)

 “… kehidupan tidak maju ke depan dalam lintasan lurus, melainkan maju sambil mengayun ke kiri dan ke kanan dengan jarak yang sama jauhnya. Padahal nurani kehidupan tak pernah sekali pun bergeser dari kedudukannya di tengah. Apabila ayunan ke kanan bercorak hitam misalnya maka ayunan ke kiri dalam banyak hal adalah kebalikannya, putih...” 

- Ki Sakarya -


image courtesy: collectie tropenmuseum

Minggu lalu, dalam rangka hari kelahiran, adik saya, Jun, meminta saya memilih satu buku sebagai hadiah saat kami memberanikan diri melongok ke toko buku setempat. Tanpa basa-basi, saya memilih edisi terbaru RONGGENG DUKUH PARUK, karya Ahmad Tohari, yang versi awalnya terbit tahun 1982. Saya sudah penasaran sejak lama dengan buku ini, mengingat pada diskusi-diskusi saya di beraneka komunitas perbukuan yang sering menyebut buku ini sebagai bagian dari sastra Indonesia yang cukup bersejarah. Tidak seperti kebiasaan belanja buku saya yang didominasi novel terjemahan atau buku impor, saya kembali menikmati tulisan anak negeri.

Setelah menuntaskan bukunya beberapa menit yang lalu, saya mengerti alasan rekan-rekan perbukuan merekomendasikan buku ini di berbagai kesempatan.

May 1, 2021

Jejak Ingatan (The Invisible Life of Addie LaRue - VE Schwab)

 “...Because time is cruel to all, and crueler still to artists. Because visions weakens, and voices wither, and talent fades.... Because happiness is brief, and history is lasting, and in the end... everyone wants to be remembered...”

- Adeline LaRue -

Image courtesy: Julia Lloyd

Kita hidup dalam ingatan orang lain dalam berbagai kisah dan citra. Dalam beberapa hal, kita senang sekali bisa diingat dan menjadi penting. Namun, ada kalanya muncul keinginan absurd untuk memulai segalanya dari awal, di waktu dan tempat baru tanpa ada satu orang pun yang kenal. Menarik? Bisa jadi. Namun, apabila diberi kesempatan untuk tidak terdeteksi dalam jejak ingatan siapapun, bebas kesana kemari bahkan tak memiliki ikatan waktu, apakah itu akan jadi kutukan atau anugerah?

THE INVISIBLE LIFE OF ADDIE LARUE adalah novel standalone terkini buah karya VE Schwab, si mbak rock n roll yang belakangan masuk ke dalam daftar saya. Novel setebal 400an halaman lebih ini mengisahkan petualangan seorang wanita bernama Adeline (Addie) LaRue yang hidup sangat lama (3 abad) dari Villon, Prancis hingga New York, US. Hidup yang tidak diingat sama sekali oleh siapa pun kecuali oleh si pemberi perjanjian. Dewa yang menjawab dalam kegelapan.

April 14, 2021

Inventions of Humankind (Accelerati Trilogy - Neal Shusterman & Eric Elfman)

 “...What we now want is closer contact and better understanding between individuals and communities all over the earth, and the elimination of egoism and pride which is always prone to plunge the world into primeval barbarism and strife... Peace can only come as a natural consequence of universal enlightenment...”

- Nikola Tesla -

Nikola Tesla, alone in his lab

Dalam menjalani kehidupan di kulit planet Biru yang problematik ini, manusia terus berupaya menghasilkan beraneka penemuan yang diharapkan dapat membantu kehidupan sehari-hari dan menjamin keberlangsungan spesiesnya. Ribuan inventor dari seluruh dunia hadir dengan beraneka temuan mulai dari yang simpel sampai mampu menghancurkan satu negara (ya ya ya, ingat bom atom ye kan). Salah satu nama ilmuan yang terngiang hingga kini adalah Nikola Tesla, sang ahli kelistrikan legendaris, misterius, yang sayangnya sudah berpulang dua tahun sebelum Indonesia merdeka. Keinginannya mewujudkan penyebaran listrik dan komunikasi gratis tanpa kabel di seluruh dunia belum terlaksana hingga kini. Semua masih berbayar.

THE ACCELERATI TRILOGY adalah tiga novel fiksi ilmiah yang baru-baru ini saya selesaikan. Mengusung keributan peninggalan Nikola Tesla yang misterius, penulis favorit saya, Neal Shusterman kerja bareng dengan Eric Elfman menghasilkan  kisah seru menarik mengenai apa jadinya kalau penemuan Tesla muncul di dunia nyata. Sejauh mana impact nya bagi kita.

March 25, 2021

Institut (The Institute - Stephen King)

“...Sane people don't sacrifice children on the altar of probability. That's not science, it's superstition...” 



Ketika hasrat membaca sedang membaik, upaya membabat timbunan menjadi lebih menyenangkan. Kali ini kembali dalam multisemesta si raja tega, oom Stephen King tersayang. Sekadar klarifikasi, saya rasanya sudah pernah bilang di tulisan yang mana, bahwa curhatan mengenai bukunya si om akan banyak mendominasi blog acakadut ini. Begitulah risiko bucin.

THE INSTITUTE adalah novel stand alone bikinan si om yang rilis di tahun 2019, dan harus saya bilang bahwa novel ini keji dan menyesakkan. Kejinya sebelas dua belas kayak PET SEMATARY (bisa dicek di sini), namun THE INSTITUTE bikin sakit hati dan membuat saya mengurangi bintang 5 nya jadi 4.5 karena cedera mental yang saya alami selama membacanya.

March 20, 2021

Kehilangan Si Gondrong

 



Saya sejatinya adalah manusia multiwajah. Di dunia nyata, saya terkesan cuek dan tidak peduli-peduli amat. Meskipun saya terbiasa menampilkan muka tersenyum lebar dan seolah open book. Saya membangun dinding tebal kokoh untuk hampir semua hubungan, entah persaudaraan, persahabatan, apalagi untuk romansa. Ketika ada sedikit orang yang berhasil menjebol dindingnya, orang itu akan bertahan lama di sana. Tidak tergantikan. Dan peliknya lagi, ketika orangnya menghilang, saya terlambat menyadari bahwa ada bagian diri saya yang hilang juga. Mengakuinya itu menyakitkan, meskipun melegakan, tapi mengambil banyak energi, memakan waktu, dan mencederai mental. Berlebihan? Entah ya. Saya baru berani membuat tulisan ini setelah setahun saya kehilangan. Mungkin jalan penyembuhan saya selalu lambat.

March 14, 2021

Dansa Politik di Elfhame (The Folk of the Air Trilogy - Holly Black)

"...Power is much easier to acquire than it is to hold on to..."

- Lord Madoc -

 


 

Hari-hari begini (nyaris setahun belakangan), ketika dihadapkan dengan tanggal merah, kita dianjurkan untuk tidak kemana-mana atau latah liburan jalan-jalan. Membosankan memang. Namun apa mau dikata, pandemi masih jauh dari usai dan saya haqqul yaqin kalau saya sakit, saya akan jadi semakin tidak berguna. Namun, saya punya alat untuk pindah semesta dengan cepat tanpa harus beranjak dari kasur tercinta. Nama alatnya: buku.

Jadi kemana saya kali ini?

March 10, 2021

Koneksi Apokaliptik (If It Bleeds - Stephen King)

“...The human brain is finite—no more than a sponge of tissue inside a cage of bone—but the mind within the brain is infinite. Its storage capacity is colossal, its imaginative reach beyond our ability to comprehend. I think when a man or woman dies, a whole world falls to ruin—the world that person knew and believed in. Think of that, kiddo—billions of people on earth, and each one of those billions with a world inside. The earth their minds have conceived...”

- Chuck -


Setelah hiatus sebulan tanpa membaca bukunya si om raja (Stephen King tentu saja), akhirnya saya melipir lagi ke salah satu bikinan beliau yang paling baru, yakni IF IT BLEEDS (rilis Mei 2020). Bukan stand alone seperti biasa, si om menghadirkan kumpulan novela di karya yang ini. IF IT BLEEDS terdiri atas empat novela: Mr. Harrigan's Phone, Thank You-Chuck!, If It Bleeds, dan Rat. 

Jadi apa yang menarik dari keempat novela ini?

March 1, 2021

Asing



Let's just be stranger

Kalimat itu kutanamkan berulang-ulang dalam kepala selama beberapa bulan terakhir. Semacam upaya moving on atau menyiksa mental yang entah merapung macam kayu hanyut dibawa arus sungai. Pasrah. Karena kupaksakan pun tak mungkin. Keyakinanku sudah menguap. 

Apa rasanya menganggap asing seseorang yang kau pikir akan menjadi bagian terbesar hidupmu di kemudian hari? Menampik semua kenangan dan mengunci erat-erat ruang kosong berukuran besar dalam hatimu dengan susah payah?

Aku tidak ingin mendramatisir, karena tanpa dilebih-lebihkan pun nyatanya sudah drama. Drama yang kurasa akulah tokoh utamanya, tapi aku hanya mencederai diriku sendiri seperti yang sudah-sudah. Dan aku kembali lagi ke titik ini. Kembali kepada upaya panjang untuk memaafkan diri sendiri.

February 25, 2021

Kapal Keberuntungan Karam (Ship Out of Luck - Neal Shusterman)

 "...The thing is, if you go through life with just your own point of view, you're like that kid with glass eye. If there's something that's right up in your face, it looks really big - overwhelming even. But if you've got that parallax - if you've got that other point of view - you realize that there are bigger, much more important things that are far off toward the horizon. Once you focus on those things rather than the way up close, that close-up stuff becomes nothing more than a nuisance blocking the view..."

- Anthony Bonano -


Image courtesy: mundycruising.co.uk

Awal 2021 bukanlah awal yang hingar bingar. Bergelut dengan mental declining yang cukup signifikan, saya sampai kehilangan hasrat untuk membabat beraneka timbunan yang sudah memanggil-manggil di ujung benak. Belum lagi keparahan penurunan tingkat produktivitas yang lumayan signifikan menyebabkan diri stagnan dalam mode berguling pasrah kesana kemari. Persis seperti bola bundar yang manut diseret gravitasi.

Oke cukuplah soal diri sendiri. Mari beranjak kepada kapal karam yang menjadi highlight dalam tulisan kali ini. Saya akan mencurhatkan buku pamungkas dari trilogi ANTSY BONANO bikinan Neal Shusterman berjudul SHIP OUT OF LUCK.

January 31, 2021

Perempuan Rampasan Perang (Trilogi Rara Mendut - YB Mangunwijaya)

 "...tetapi wanita bukan cuma sawah-sawah dan pria bukan cuma lumbung benih...penyatuan panjalu dan pawestri punya makna yang lebih dalam dan lebih serasi dengan martabat kemanusiaan kita...sebab bila soalnya hanya bersetubuh saja, monyet dan babi pun bisa..."

- Pangeran Selarong -

 

Pertempuran Sultan Agung dan Gubernur VOC-Jan Pieterzoon Coen oleh Sindudarsono Sudjojono


Menuntaskan sesi membaca di bulan pertama 2021 yang tampaknya keberatan awan mendung musibah dan masalah iklim, saya berhasil membabat sebuah trilogi fiksi sejarah yang cukup legendaris berjudul RARA MENDUT - GENDUK DUKU - LUSI LINDRI buah karya mendiang romo YB Mangunwijaya (beliau berpulang sudah lebih dua dekade lalu). Kisah aslinya sendiri pernah menghiasi Kompas dalam bentuk cerita bersambung selama 1982-1987. Saya membeli edisi cetakan 2019 dari Gramedia Pustaka Utama yang sampulnya bagus dan layak koleksi.

Tumben amat bacaannya? Ahahaha, paska bookhangover parah di awal tahun, saya bingung mau baca apa. Di sela-sela prokrastinasi, saya mengulik kembali timbunan saya dan menemukan harta karun ini. Trilogi pahit ini saya pikir akan jadi semacam refreshment menarik, dan walhasil saya tidak dikecewakan. Trilogi ini berhasil menyakiti saya dengan baik, menggoyang perasaan dengan paripurna, dan membuat saya bersyukur hidup di jaman now. Jaman di mana perempuan punya pilihan lebih banyak dan dapat bersuara lebih baik di sela-sela tirani patriarki modern.

January 10, 2021

Arrival at the Dark Tower (The Dark Tower VIII - Stephen King)

 "...endings are heartless..."

- Stephen King -



image courtesy: pinterest.com

Membaca sebuah saga epik yang panjang adalah suatu pengalaman seru dan penuh tantangan. Ketika sudah sampai di akhir perjalanan, diri akan harap-harap cemas. Entah takut berpisah atau tidak sabar akan finalitas kisah. Begitulah yang saya alami dalam membaca saga epik THE DARK TOWER bikinan om Stephen King yang saya ikuti selama hampir 4 tahun. Namun, mungkin pengalaman saya belum ada apa-apanya dibandingkan kisah para pembaca awal yang punya kesabaran ekstra luas sejak tahun 1982 saat rilis buku pertamanya, hingga tahun 2004 untuk rilis buku terakhir. Hampir tiga dekade. Dan amit-amit sekali cliffhanger nya itu.

The Long Conversation With You

  “The worst part of holding the memories is not the pain. It's the loneliness of it..." - Lois Lowry Hi Mas, it's been a while...