August 30, 2018

Tersesat

"...not all who wander are lost..."
- JRR Tolkien -



Saya sangat takut tersesat, malangnya saya adalah orang yang lemot dalam hal menghapal jalan sederhana atau peta atau petunjuk arah. Memang senaas itu. Tersesat adalah bentuk musibah yang sedapat mungkin saya hindari. Meskipun mau tidak mau saya sering tersesat lalu panik.

Beberapa bulan lalu, Akong Shandy, tetua geng admin mengirimkan kepada saya beberapa bukunya om Stephen King yang sudah cukup langka. Salah satunya adalah THE GIRL WHO LOVED TOM GORDON. Buku setebal 300an halaman ini akhirnya saya bawa merantau ke ibukota dan berhasil saya selesaikan berhari-hari yang lalu.

August 29, 2018

Coretan Kapur Tulis

"...The most dangerous kind of man is not the one who spent his youth shoving others around. That kind of man gets lazy, and is often too content with his life to be truly dangerous. The man who spent his youth being shoved around, however … When that man gets a little power and authority, he often uses it to become a tyrant on par with the worst warlords in history..."
- Professor Fitch -



Sebelum memulai masa pendidikan, saya menghabiskan waktu berharga dengan cara berleha-leha sambil membaca. Hobi saya yang biasa. Nah, waktu berkunjung ke rumah papaGentur, bos geng admin tempo hari, saya berhasil meminjam sebuah buku milik beliau berjudul THE RITHMATIST, bikinan tak lain tak bukan dari Brandon Sanderson nan nyebelin. Buku-bukunya Brandon Sanderson masuk ke dalam wishlist selain penulis lain. Kita sudah tau, beliau adalah jenis penulis produktif yang berurusan dengan multi-genre dari fantasi. Mulai dari high fantasy sampai jenis yang menyebalkan bikin pingin bakar rumah (ALCATRAZ AND THE EVIL LIBRARIANS), dengan penjelasan yang cukup mumpuni. THE RITHMATIST merambah subgenre lain dari fantasi, yang sepertinya jarang saya baca, yakni steampunk/gearpunk.

Genre ini berpusat kepada keterlibatan teknologi mesin uap yang berkelindan dengan fantasi, meskipun dalam THE RITHMATIST belum terlalu terasa. Genre serupa bisa ditemukan di THE HUNGRY CITY CHRONICLES nya Philip Reeve (belom punya dan belom niat membaca). Yang jelas, Sanderson menggunakan semesta alternatif untuk penggambaran setting di THE RITHMATIST. Semesta alternatif yang digunakan adalah Benua Amerika versi The United Isles, bukan United States.

August 24, 2018

To All The Places I've Loved Before (But I Still Love Them Tho)

"...dan ingatlah untukmu yang paling terpenting...kamu harus bahagia..."
- Yura Yunita -



Mencomot dan mengganti seenaknya dari film terbaru keluaran yang tayang di Netflix yang mana telah cukup sukses membuat banyak gadis-gadis dan emak-emak (nah lho) yang saya kenal jadi riuh fangirling-an, maka curhatan ini ditulis. Sebenarnya saya juga nonton pilem itu kemarin. TO ALL THE BOYS I'VE LOVED BEFORE adalah pilem adaptasi dari novel berjudul sama yang mengisahkan masalah percintaan anak muda. Out of my comfort zone of reading and watching, tapi tak apa sesekali melipir. Lumayan untuk nyadar kalau sudah tua dan di dunia nyata, saya mungkin di umur 16 tahun sibuk dengan ambisi sendiri, naksir orang tapi ndak pernah bilang, dan lebih memilih berurusan dengan hingar bingar akademik. Tidak mengalami kehidupan manis ala Lara Jean dan cowoknya, Peter Kavinsky.

Sesuai judul curhatan, saya ceritanya sedang kembali menjadi pengangguran setelah sekitar 6 tahun bekerja pasca tamat kuliah. Well, changes just happen. Di dekade tiga kehidupan, saya memutuskan untuk kembali belajar formal untuk memenuhi tuntutan passion yang akhirnya saya temukan setelah menggelandang kesana kemari. Lahir di Maninjau ( cek gmaps sanah), TK ampe tamat SMA di Jambi, kuliah di Padang, magang di Suliki-Payakumbuh, kerja nguli di Duri, lalu terakhir balik ke Padang lagi untuk menjajal jadi pengajar sambil masih nggrecokin pasien biar nggak lupa dan tetap punya rasa (elah). Dan sekarang saat ngetik tulisan ini saya lagi di Bandung, menghabiskan beberapa jam yang tersisa sebelum naik travel ke Jakarta. Yep, dua tahun ke depan saya akan guling-guling di ibukota, jadi anak sekolah kembali.

August 20, 2018

The Realm of Dreams

"...I move from dreamer to dreamer, from dream to dream, hunting for what I need. Slipping and sliding and flickering through the dreams; and the dreamer will wake, and wonder why this dream seemed different, wonder how real their lives can truly be..."
- Morpheus, God of Dreams -



Setiap dari kita punya mimpi, pernah bermimpi, atau di jam segini udah masuk ke alam mimpi. Kadang, ada yang terjebak antara mimpi dan dunia nyata, nggak jelas di mana keberadaannya. Secara teoritis, mimpi bisa jadi menunjukkan hasrat terdalam diri yang belum kesampaian, atau memang diubah menjadi cita-cita. Riweuh ya gitu, saya ntah apa ni nulis begini.

Jadi gini, saya sedang di Kota Kembang, setelah hampir tiga tahun ga kesini. Setelah salah satu mimpi saya terwujud, sebelum menjalaninya, saya memutuskan untuk rehat dan menikmati dunia. Bandung adalah pilihan yang rasional. Kebetulan si bocah sedang praktek lapangan dan ada banyak orang yang saya ingin temui di kota ini.

August 17, 2018

Food : Magic Inside Your Mouth

"...go have a biscuit, Potter..."
- Prof. Minerva McGonnagal -



Saya bukanlah pecinta makanan manis, lebih suka sebangsa gorengan dan teman-temannya, tapi, saya suka donat. Bukan donat yang fancy tapi donat yang simpel-simpel aja, dengan meses cokelat atau gula halus atau cokelat kacang atau isi kacang hijau (siriusly you'll spend entire page writing about these !?). Maka dari itu, kalau ada novel yang menyelipkan atau bahkan menjadikan makanan sebagai fokus kisah, novel itu akan memiliki tingkat menggoda yang cukup berhasil untuk saya baca dan miliki. Meskipun kalau diendus, novelnya akan tetap bau kertas, bukan bau donat.

Menyingkirkan keanehan saya di bulan ini yang tidak banyak heboh soal bacaaan, saya akhirnya menuntaskan buku keempat dari seri BLISS BAKERY karya Kathryn Littlewood berjudul MAGIC BY THE MOUTHFUL. Nah sebenarnya cukup kaget ya, karena saaya pikir kisahnya akan berakhir di buku ketiga yang terbit beberapa tahun lalu. Seri middle grade ini muncul dengan BLISS BAKERY, A DASH OF MAGIC, dan BITE-SIZED MAGIC beberapa tahun lalu. dengan sampul biru konsisten plus efek biru berkilat di pinggir bukunya. Saya mengapresiasi dengan sangat kepada Nourabooks sebagai penerbit edisi terjemahan dari seri ini yang amat memanjakan kolektor.

August 4, 2018

Si Doel Anak Belande

“...Doel, biar Babe tukang ngomel, namenye ama anak, biar kaki bakal kepala, kepala bakal kaki, demi Lu, Babe ikhlas...”
- Babe Sabeni -


Seperti yang sudah diketahui oleh khalayak, saya adalah makhluk yang paling skeptis sama perfilman lokal dan sangat sok pilih-pilih. Nonton film lokal di bioskop adalah semacam ketidakbiasaan buat saya yang memang kadang suka jahat. Terakhir nonton NIGHT BUS (2017) tahun lalu karena menang Piala Citra dan saya jelas tidak kecewa. Lalu ketidakbiasaan itu terjadi ketika film lokal bikinan pak Haji Rano Karno muncul, berjudul SI DOEL THE MOVIE.

Bersama salah satu partner in crime tukang nonton dengan kenyinyiran yang sama, sebut saja namanya mas Ulil, tidak biasanya abis kerja weekend saya bukannya pulang malah merogoh kocek dan mengabaikan waktu bobo siang demi memenuhi hasrat nostalgia.

The Long Conversation With You

  “The worst part of holding the memories is not the pain. It's the loneliness of it..." - Lois Lowry Hi Mas, it's been a while...