December 20, 2019

It Starts and Ends in Tattooine

"..Fear is the path to the dark side. Fear leads to anger. Anger leads to hate. Hate leads to suffering..."

- Master Yoda -

 

Palpatine masi idup aja

Setelah menunggu dua tahun dari rilis THE LAST JEDI (2017), drama keluarga antar galaksi berlanjut dengan kehadiran final saga STAR WARS: THE RISE OF SKYWALKER (2019). Saya yang masih di level Padawan sejak beberapa tahun ini sudah menantikan bagaimana keributan kosmik ini akan berakhir. Kita sudah ditinggalkan oleh Master Luke, Ressistance dipimpin Jenderal Leia masih dalam pelarian dengan sumber daya seadanya. Kylo Ren menjajah sana sini penuh amarah, sambil tetap aja kepoin si Rey pakai telepati, khas sekali kelakuan budak cinta. 

 

Jadi bagaimana film ini berakhir? (minor spoiler sana-sini, kalau ga sudi silakan di skip)

December 3, 2019

When Playing God Is Not Enough

"...God does not play dice with the universe..."
- Albert Einstein -


November 2019 adalah bulan penuh tantangan yang bikin otak saya ngos-ngosan. Salah satu risiko menjadi anak sekolah dan budak akademisi adalah menahan diri dari semua godaan termasuk hobi. Akan tetapi, pertahanan itu runtuh begitu melihat sebentuk benda menggoda bernama novel fantasi. Hadir dengan embel-embel buku terakhir dari trilogi, ditulis oleh salah satu penulis favorit, baru terbit beberapa minggu lalu, stoknya cuma dua biji, desain sampulnya cakep banget, dan semakin kalah ketika tau kalau diskon. TJIH.

Jadi buku apa itu?
THE TOLL adalah pamungkas dari seri utopia-distopia fiksi ilmiah berjudul ARC OF SCYTHE karya Neal Shusterman. Buku pendahulunya, SCYTHE dan THUNDERHEAD sudah menyusahkan saya sejak setahun lalu. THUNDERHEAD berakhir menggantung greget ingin lempar sendal kayu, dan seperti biasa, disuruh menunggu setahun. Apalah ya..udah biasa digantung saya tuh...(eaak ampas).

Bagi yang belum berniat membaca SCYTHE dan THUNDERHEAD, ini saya berikan tautan curhatan hiperbola alakadarnya..silakan klik saja..akan tetapi, pasti ada spoiler dimana-mana..maap yaa..

November 7, 2019

The World Will Shine Again

“...Life was a wheel, its only job was to turn, and it always came back to where it started...”
- Stephen King -

Hello, Danny

Tahun lalu, tepatnya bulan Juni 2018, saya memberikan skor lima bintang sempurna di akun gudrids untuk novel anyar bikinan om King berjudul DOCTOR SLEEP (curhatannya di sini). Novel yang terbit tahun 2013 ini adalah lanjutan dari THE SHINING (di sini ada juga ghibahannya), yang rilis tahun 1977. DOCTOR SLEEP sangat memuaskan saya sebagai kisah konklusi perjalanan kehidupan supranatural traumatik dari keluarga besar Torrance yang berpusat pada Daniel Anthony Torrance alias Danny.

Kemudian, menyusul kesuksesan berbagai film adaptasinya om King tahun 2019 ini, DOCTOR SLEEP hadir di layar lebar. Rilis di Indonesia tanggal 06 November 2019, dan internasional tanggal 08 November 2019. Saya sudah membulatkan tekad akan menonton meskipun saya ga berani nonton THE SHINING-nya Stanley Kubrick nan lejen itu (1980). Jadi, ditemani Jun, saya melipir ke bioskop setempat paska berkutat dengan drama akademisi mahasiswi semester ujung.

Sampai sini boleh skip kalau ga ingin dikasih spoiler.

October 14, 2019

Bisa via Gramedia Go!

“...What I say is, a town isn’t a town without a bookstore. It may call itself a town, but unless it’s got a bookstore, it knows it’s not foolin’ a soul...”
- Neil Gaiman -

Gea (@jurnalsibugot), kak Aya (@possesivereader), aku (@tsaniazr), dan Haris (@kanvaskata.books)
Sebagai orang yang ngakunya hobi membaca, saya masih keukeuh menjadi penikmat buku cetak. Meskipun badai buku digital melanda, tiada yang dapat menggantikan perasaan hangat nan menyenangkan saat membeli buku, membuka segel plastiknya, plus menyentuh lembaran-lembaran indah itu. Bau buku juga enak, belum lagi kisah-kisah di dalamnya. Enak untuk jiwa dan isi kepala. Tentunya berkunjung ke tempat yang banyak bukunya akan selalu menjadi pengalaman yang membahagiakan. Ada dua tempat utama perbukuan yang hampir dipastikan akan selalu membuat saya betah, yakni perpustakaan dan toko buku.

Toko Buku Gramedia adalah pusat perbukuan yang tidak pernah absen saya kunjungi di manapun berada. Saya yang melanglang buana kesana kemari karena urusan pendidikan dan pekerjaan, selalu mengusahakan diri untuk nongol di tempat ini, menatap indahnya buku-buku, trus ngiler, trus ingin memiliki. Nah, problem yang muncul seringnya adalah ketika buku yang diinginkan belum ada atau tidak tersedia di Gramedia yang didatangi, padahal sudah meluangkan waktu dan hasrat hati sudah menggebu (apalagi kalau nungguin buku yang berseri...ampuuunn). Mau melipir ke toko Gramedia yang lain pun belum tentu pasti ada waktunya. Problem lagi kalau Gramedianya cuma satu toko di daerahmu, hiks. Jadilah menatap nanar pada orang-orang yang sudah memiliki buku yang diinginkan dalam genggaman.

October 5, 2019

Pathological Laughing

"...I used to think that my life was a tragedy, but now I realize...It's a comedy..."
- Arthur Fleck -

Joker (2019)
Pernah dengar kondisi medis yang namanya Pseudobulbar Affect (PBA)?

Pasien dengan PBA mengalami kerusakan pada struktur otaknya sehingga pasien ini bisa tertawa atau menangis yang tidak terkontrol serta tidak sesuai dengan kejadian pencetusnya. PBA adalah kasus langka, dapat disebabkan oleh kerusakan otak dan penyakit lain yang menyerang sistem saraf pusat kita ini. Pasien dengan PBA bisa tertawa atau menangis begitu saja, dan cenderung tidak sesuai dengan situasi yang dihadapi.

Kenapa kok tetiba sok-sok bahas PBA?

September 28, 2019

Labirin Kelam

"...In our choices lie our fate...”
- Cornelia Funke -

Pan's Labyrinth (2006)



Beberapa tahun lalu saya secara tidak sengaja nemu tontonan dari hardisk teman yang kebetulan saya bajak untuk beberapa hari. Tontonan itu adalah film berbahasa Spanyol dengan judul PAN'S LABYRINTH yang rilis tahun 2006. Film bikinan Guillermo del Toro ini ternyata sukses mendulang banyak penghargaan di berbagai ajang. Sementara saya cukup mimpi buruk paska menontonnya. PAN'S LABYRINTH adalah kisah gelap dibalut fantasi yang saya bingung ini memang dark fairytale atau sekedar delusi dari tokoh utamanya, gadis cilik bernama Ofelia. Dengan ending yang tragis, film ini menjadi salah satu list tontonan jahat yang berkesan.

Lalu tetiba ada kabar bahwa novel adaptasi dari film ini hadir, dituliskan duet oleh del Toro dan Cornelia Funke. Baik, ini Funke. Jadi semacam wajib baca. Belum lagi desain sampulnya yang masya Allah indah sekali, meskipun sederhana. Juli 2019 novel ini beredar edisi internasionalnya, dan beberapa hari lalu, saya secara impulsif berhasil mendapatkannya dengan ketergesaan abege hormonal kegencet deadline yang butuh masuk ke labirin dalam buku. Menghilang sejenak dari dunia nyata dengan sodoran kelelahan mental nyaris tiada habis.

Baguskah?

September 8, 2019

Kisah Empat Musim

“...Some birds are not meant to be caged, that's all. Their feathers are too bright, their songs too sweet and wild. So you let them go, or when you open the cage to feed them they somehow fly out past you. And the part of you that knows it was wrong to imprison them in the first place rejoices, but still, the place where you live is that much more drab and empty for their departure...”
- Red, Shawshank Redemption -




Baiklah, kembali dalam curhatan histerikal mengenai bukunya om Stephen King yang kesekian. Kali ini, saya akan membahas kumpulan empat novela legendaris bikinan si om berjudul DIFFERENT SEASONS, yang baru saja terbit edisi bahasa Indonesianya.

Buku setebal 770 sekian halaman yang diterbitkan dengan sampul hitam merah simpel mengesankan ini, mengusung empat kisah yang mewakili masing-masing musim. Musim semi hadir dengan kisah berjudul RITA HAYWORTH DAN PENEBUSAN SHAWSHANK (sudah difilm-kan tahun 1994 dengan judul THE SHAWSHANK REDEMPTION, menuai banyak penghargaan tentunya, tergolong pilem legendaris). Musim panas muncul dengan kisah keji berjudul MURID CERDAS (filmnya berjudul APT PUPIL tahun 1998 dan juga menang penghargaan-kek wajib gitu). Musim gugur dengan kisah berjudul MAYAT (sudah difilmkan juga, legendaris lagi, berjudul STAND BY ME tahun 1986-kalau ndak salah). Dan diakhiri dengan METODE BERNAPAS yang mewakili kegetiran musim dingin (gosipnya bakal ada filmnya tahun 2020, belom tau juga sih pastinya).

September 6, 2019

Chapter Two

"... maybe there aren't any such things as good friends or bad friends - maybe there are just friends, people who stand by you when you're hurt and who help you feel not so lonely... maybe they're always worth being scared for, hoping for, and living for... maybe worth dying for, too, if that's what has to be... no good friends, no bad friends... only people you want, need to be with, people who build their houses in your heart..."
- Eddie Kaspbrak -



Di penghujung tahun 2017 saya berhasil menyelesaikan membaca novel anyar bikinan oom Stephen King dengan judul IT. Keputusan membaca novel ini didasari oleh rasa penasaran paska nonton film adaptasinya IT CHAPTER ONE (2017) yang saya awalnya tak ingin nonton karena tak cukup punya nyali. Setelah dihajar habis-habisan oleh novel edisi pocket book setebal 1376 halaman itu yang bikin nangis gagal move on,  saya memutuskan untuk menonton IT CHAPTER TWO nanti bila sudah rilis.

IT CHAPTER TWO (2019) hadir beberapa hari lalu di Indonesia. Film berdurasi 2 jam 48 menit ini berusaha mengemas akhir kisah petualangan The Loser's Club yang kembali ke Derry, Maine, 27 tahun paska insiden di bagian pertama. Para bocah yang udah dewasa ini 'dipanggil kembali' untuk mengkonfrontasi Pennywise dalam laga final penuh darah dan air mata.

Sampai sini sila berhenti bila tak ingin kena spoiler.

September 4, 2019

Pembaca Awam di Festival Literasi (Curhatan LitBeat 2019)

“...For me, literacy means freedom...For the individual and for society...”
- LeVar Burton -



Salah satu kebahagiaan terbesar yang diperoleh sebagai anggota grup Penggemar Novel Fantasi Indonesia adalah kemudahan akses. Akses aktivitas perbukuan menjadi lebih terbuka lebar, tentunya ditunjang domisili sementara saya yang saat ini berada di Jakarta. Berbagai aktivitas terkait hobi membaca ini mendapat ruang begitu beragam dan sayang untuk dilewatkan. Ditambah lagi konspirasi semesta dan pihak Fakultas tempat saya sekolah yang belum memberikan jadwal kuliah bagi mahasiswi hobi prokrastinasinya ini.

Tersedianya undangan gratis bagi 20 anggota PNFI untuk hadir dalam LITERACTION FESTIVAL 2019 yang diadakan di Perpustakaan Nasional Republik Indonesia tanggal 02-03 September 2019 tentunya menjadi kesempatan terkece bagi saya untuk bertandang. LITERACTION FESTIVAL ini mengambil nama gaul/nama singkat sebagai LITBEAT 2019, berisikan puluhan kelas talkshow interaktif mengenai buku-buku dan dunia literasi Indonesia. Jakarta memang sedang rajin-rajinnya. Kurang dari 2 minggu sebelum LITBEAT, ada JAKARTA INTERNATIONAL LITERARY FESTIVAL (JILF) yang dilaksanakan di kompleks Taman Ismail Marzuki, hampir seminggu penuh, dengan konten acara yang menarik plus bazar buku diskon oleh Patjar Merah.

August 31, 2019

Pengakuan

“...It is forbidden to kill; therefore all murderers are punished unless they kill in large numbers and to the sound of trumpets...”
- Voltaire -

Confessions (2010)

Sekitar tahun 2012 saat mengisi kekosongan paska menyelesaikan studi profesi, saya mendapatkan asupan hiburan berupa beraneka film dari salah seorang sejawat saya, sebut saja namanya Oca. Nah, Oca adalah penikmat dorama dan film jejepangan yang mumpuni. Oca merekomendasikan saya untuk menonton film berjudul CONFESSIONS (2010) - KOKUHAKU, tanpa menyebut dengan jelas ini tentang apa. Saya lalu menonton tanpa ekspektasi, dan kurang dari dua jam kemudian saya bergidik traumatis. Sinting, film sinting. Thriller psikologis yang benar-benar sakit.

Tanpa saya ketahui, CONFESSIONS adalah film adaptasi dari novel berjudul sama yang ditulis oleh Kanae Minato sekitar tahun 2007-2008. Informasi ini saya peroleh dari laman media sosial Penerbit Haru yang menerjemahkan novel ini ke bahasa Indonesia Agustus 2019 ini. Secara tidak sengaja, novel ini nginap di kosan saya, dan berhasil saya tuntaskan dalam beberapa jam (terima kasih kepada mas mas supersibuk yang nitipin ini karena bawaannya kebanyakan).

Lalu apa yang saya dapatkan setelah membaca novelnya? Mana yang lebih baik dibandingkan dengan film adaptasinya?

August 28, 2019

Gadis Cuaca


"...Several years later, from a taxi, you will see someone in a doorway who looks like her, but she will be gone by the time you persuade the driver to stop. You will never see her again. 
Whenever it rains you will think of her..."
- Neil Gaiman -



Jakarta udah nggak hujan berbulan-bulan. Hampir tiga minggu berada di kota ini kembali, saya belum mencium lagi aroma nyaman petrichor dan rintik hujan. Yang ada malah saya yang badai internal, hujan deras sejadi-jadinya (skip, tidak penting, tidak berhubungan).

Suatu ketika, sebut saja namanya Tuti, teman kuliah saya, mengajak nonton sebuah film animasi Jepang berjudul WEATHERING WITH YOU (TENKI NO KO). Saya udah dengar kehebohan pilem ini, yang diajukan buat nominasi Oscar tahun 2020, dan tampaknya bikin adek saya terharu bersama teman-teman wibu/otakunya. WEATHERING WITH YOU adalah film animasi Jepang bikinan Makoto Shinkai yang sudah sukses bikin baper khalayak lewat film animasi sebelumnya, YOUR NAME (KIMI NO NAWA) di tahun 2016 (lagu-lagunya juga bagus).

August 10, 2019

Kuda Putih Janggal

“...Life had taught him that a great and powerful love could be felt for the most apparently unworthy people, a circumstance that ought, after all, to give everybody consolation...”
- Cormoran Strike -

Mr.Strike and Billy
Setelah menantikan kurang dari setahun, akhirnya edisi terjemahan dari seri detektif CORMORAN STRIKE#4: LETHAL WHITE bikinan Robert Galbraith (alter ego-nya madam JK Rowling), hadir juga di jagad perbukuan Indonesia. Novel setebal nyaris 700 halaman ini memang tetap memuaskan dengan narasi yang enak, tanpa basa-basi, kasar namun memikat, dan terjemahan yang baik. Sungguh bacaan yang sulit ditutup sebelum kelar.

Jadi kasus apa yang dihadapi Cormoran Strike dan asistennya Robin Ellacott kali ini?

July 28, 2019

Robotic Parenting

“...All parents damage their children. It cannot be helped. Youth, like pristine glass, absorbs the prints of its handlers. Some parents smudge, others crack, a few shatter childhoods completely into jagged little pieces, beyond repair...”
- Mitch Albom -
Samuel Hayes-Rodriguez and E
While trying to reduce my BBW's load from couple years ago, I started to read another middle-grade series to lose the tension from previous reading session. Well, dystopia and thriller are not dealing well with your emotion on daily basis, so I have to read other genres. HOUSE OF ROBOTS by cross-genres author James Patterson came to my binge-reading time. And gladly, I finished three books of this series, feeling a bit warmth, sadness, even a bit anger. Why?

HOUSE OF ROBOTS is a series of a nice lil boy named Samuel Hayes-Rodriguez. Sammy -his nickname- has a high tech prof mother-Elizabeth Hayes and a super creative manga artist-Noah Rodriguez. Sammy also has a sister, Maddie Hayes-Rodriguez, who suffers from Severe Combined Immunodeficiency (SCID), an inherited disease that worsens the immune system. Maddie couldn't go out from her room, she's vulnerable and practically would have fatal condition due to minor infections. Brilliant Liz Hayes build many robots for taking care every daily basis of housekeeping function and keep Maddie safe.

July 21, 2019

War is Power

“...Many of the Nazis were convicted after the war, but they were not convicted for being 'unreasonable'. They were convicted for being gruesome murderers...”
- Jostein Gaarder -
Courtesy: gizmodo.com
Mari kita melipir ke sejarah sejenak. Bacaan saya bulan ini memang sedang melipir ke topik-topik menarik di luar zona nyaman.

Ingat Perang Dunia II yang berlangsung dari tahun 1939-1945? Perang Dunia II ini menjadi pertarungan besar-besaran tanpa ampun antara blok Axis (Jerman-Italia-Jepang-Hungaria-Rumania-Bulgaria) melawan blok Sekutu/Allies (Amerika Serikat, Inggris, Prancis, USSR, Australia, Belgia, Brazil, Kanada, China, Denmark, Yunani, Belanda, Selandia Baru, Norwegia, Polandia, Afrika Selatan, Yugoslavia). Perang Dunia II resmi berakhir tahun 1945 dengan kemenangan pihak Sekutu, sekaligus menjadi kesempatan emas terwujudnya kemerdekaan NKRI.

Tapi, pernah membayangkan kalau blok Axis yang menang?

July 15, 2019

Anomali Topografis dan Otoritas Kelinci

“...This was what most people wanted: to be close to but not part of. They didn't want the fearful unknown of a 'pristine wilderness.' They didn't want a soulless artificial life, either...”
- Jeff Vandermeer -




Saya terkadang heran dengan diri sendiri, sudah jelas pening, kenapa masih juga dibaca. But yeah, you know already, I'm having some kind of curiosity about multiple weird things. Hal ini terjadi pada sebuah seri fiksi ilmiah tak biasa berjudul SOUTHERN REACH TRILOGY-2: AUTHORITY (OTORITAS). Seri ini sudah dipilemkan buku pertamanya yang berjudul ANNIHILATION (PEMUSNAHAN) dan ditayangkan di Netflix. Buku pertama juga sudah saya baca tahun lalu (di sini curhatannya), dan menyisakan kepeningan dan tanda tanya tak berkesudahan.

Nah, sudah dapat jawaban di AUTHORITY?

July 10, 2019

Beban si Perahu Kecil

“...consciousness is a perfectly normal property of matter, like mass or anbaric charge; that there is a field of consciousness which pervades the entire universe, and which makes itself apparent most fully – we believe – in human beings...”
- Philip Pullman -

picture from: Barnes & Noble

Sekitar kurang lebih satu dekade lalu, saya menuntaskan sebuah seri yang multilapis dengan penuh perenungan. Benak saya yang awam merasa terkaget-kaget dengan kisah pelik dalam seri tersebut. Seri berjudul HIS DARK MATERIALS yang terdiri dari tiga buku: THE GOLDEN COMPASS (KOMPAS EMAS), THE SUBTLE KNIFE (PISAU GAIB), dan THE AMBER SPYGLASS (TEROPONG CAHAYA) -- berhasil membuat saya terperangah dengan kedalaman aspek filosofis-fiksi ilmiah-teologis yang berhasil dituangkan oleh Philip Pullman dengan amat brilian dalam sudut pandang seorang anak perempuan bernama Lyra Belacqua. HIS DARK MATERIALS menjadi novel fantasi highly recommended yang akan dengan senang hati saya gembar-gemborkan pada khalayak penikmat novel fantasi - atau pun yang butuh bacaan tidak biasa.

Kemudian di penghujung tahun 2017, setelah hampir 22 tahun berselang dari penerbitan kisah ini di negara asalnya, THE BOOK OF DUST: LA BELLE SAUVAGE muncul. Buku pertama dari trilogi yang direncanakan ini hadir menyodorkan excitement bagi para pembaca setia HIS DARK MATERIALS. Seperti apakah kisahnya kali ini? Apakah kita akan bersua lagi dengan tokoh-tokoh yang kita kenal baik?

June 23, 2019

Nyala Terang Lilin dalam Gelap Dunia

“...The good thing about science is that it's true whether or not you believe in it...”
- Neil deGrasse Tyson -
NASA report in November 2018
Umat manusia menurut sejarah telah menghuni Bumi hampir 6000 tahun lamanya, sedangkan Bumi itu sendiri berusia milyaran (4 atau 5 milyar mungkin). Kekuatan terbesar dari manusia sebagai parasit utama, adalah kecerdasan. Kepala kita yang berisi substansi lunak mirip tahu dengan volume sekitar 1,5 liter ini, berperan dalam perkembangan (plus kerusakan) dari sang planet biru. Saat ini, kita sudah tidak perlu menghabiskan waktu berhari-hari untuk ke pulau tetangga, cukup naik pesawat dan duduk manis saja. Kurang dari 2 jam, sudah bisa sampai ke ibukota dari Padang. Berkah ilmu pengetahuan bagi kehidupan kita.

Namun, bagai dua sisi mata uang, ilmu pengetahuan juga menyisakan petaka yang tiada habis. Tentu kita tidak lupa masalah bom atom Hiroshima-Nagasaki tahun 1945 yang efeknya masih bersisa hingga sekian dekade. Dan kita sekarang sedang berurusan dengan limbah dan perubahan iklim, plus polusi. Lalu, apakah ilmu pengetahuan yang salah?

June 13, 2019

Devil, Angel, and God

“...When you think about it, most of the good ideas came along to make sin a whole lot easier...”



Hi...
Despite of the heartwrenching trouble comes upon me, I thought writing is another form of best distraction for now, beside reading. I already finished my last reading session with HORNS, written painfully beautiful by Joe Hill, the next gen of creep.

So why do I put Crowley and Aziraphale there?
Nah, I just love them both. GOOD OMENS, the book and the series are brilliant. The philosophical terms about Angel and Demon cooperate together in preventing the armageddon in a hillarious way. The thing you wouldn't want to miss.

May 29, 2019

Doa Dalam Kemarau

“...There are some times...when the love for people is strong and warm like a sorrow...”



Bulan Mei adalah bulan yang warnanya terlalu banyak. Saking banyaknya, otak dan hati cenderung tidak muat. Saya disuguhi beraneka sajian, mulai dari masalah sampai kebahagiaan. Ya khasnya manusia sih. Ingin sekali melarikan diri masuk buku, menghilang jauh dari keributan. Dan di suatu kesempatan, sebagai booknerd yang kangen sekali membaca, saya melonjak senang ketika dipersilakan memilih salah satu buku sebagai hadiah pengurangan jatah usia. TO A GOD UNKNOWN, edisi terjemahan dari Gramedia Pustaka, karya John Steinbeck memanggil saya sebagai pelarian kali ini.

Klasik? Berat? Yep, why not ?

May 18, 2019

Balada Vaksinasi

“...In 1736 I lost one of my sons, a fine boy of four years old, by the small-pox, taken in the common way. I long regretted bitterly, and still regret that I had not given it to him by inoculation. This I mention for the sake of parents who omit that operation, on the supposition that they should never forgive themselves if a child died under it; my example showing that the regret may be the same either way, and that, therefore, the safer should be chosen...”
- Benjamin Franklin -


Era revolusi industri 4.0 sedang berlangsung, bahkan beberapa negara maju akan mempersiapkan diri memasuki revolusi industri 5.0. Sekian banyak kemajuan yang berhasil dicapai oleh umat manusia berhasil mempertahankan organisme parasit cerdas ini ke kondisi kehidupan yang lebih baik dan lebih mudah dari hari ke hari. Akan tetapi, seperti biasa, kemajuan akan tetap memperoleh tantangan. Meskipun kemajuan tersebut telah terbukti mampu menyelamatkan jutaan nyawa dan menambah usia harapan hidup.

Edward Jenner (1796), seorang dokter berkebangsaan Inggris pertama kali melakukan vaksinasi cacar yang berhasil menyelamatkan nyawa banyak orang. Wabah hitam yang menyerang benua Eropa dan membabat habis lebih dari sepertiga populasinya disebabkan oleh cacar ini (smallpox). Perjuangan dr Jenner dilanjutkan oleh Louis Pasteur, yang berhasil menyempurnakan vaksin cacar sehingga pada akhirnya di tahun 1979, cacar bisa dieradikasi. Sejarah mencatat sekitar 200-300 juta orang tewas hingga abad 20 akibat serangan cacar sebelum ditemukannya imunisasi.

May 17, 2019

Which God Will Listen

"...Oh, but if they saw, my darling. Even half of what you have. If only they saw. They would say kinder things, surely...”




I'm not a fan of sad or gloomy stories, not because I hate them, but 'cause I could easily cry myself out. For a constant looking-happy people, I'm a total 'seblak basah'. LAYU. Besides, crying leads to gloomy mood and of course mild dehydration. Those things make me hungry.

But an editor/my mood-swinger/the maze gave me a poetry book titled SEA PRAYER by Khaled Hosseini, as his gift to his comeback to Indonesia after spent ten months in United States. He loved poems and many gloomy stories. I like poems a bit, but I prefer my usual routine first (Gosh, I miss reading fantasy novels). So, when I asked him why he gave this book to me, he simply said that this book will suit me. Okay, it turns out to be true. I felt gloomy after finishing this sad book and this keep me thinking wider, what human had done to their own races.


April 15, 2019

Do Not Cheat the Death

“...And the most terrifying question of all may be just how much horror the human mind can stand and still maintain a wakeful, staring, unrelenting sanity...”



April 2019 menyuguhkan banyak tontonan dan keributan. Kita skip saja keributannya, mari melipir ke tontonan saja. Seperti biasa, saya tidak akan menyesali konten blog ini yang semakin penuh dengan curhatan mengenai mahakarya bikinan om King. Saya sudah jadi bucinnya, apa daya. PET SEMATARY hadir di layar lebar awal bulan ini. Nonton? O tentu tidak. Penakut.

Trus mau curhat apa?
PET SEMATARY diangkat dari novel berjudul sama yang terbit tahun 1983. Sebenarnya, PET SEMATARY sudah pernah dipilemkan tahun 1989. Novel ini merupakan karya legendaris si om, yang mana beliau akui sebagai karya beliau yang paling beliau anggap menyeramkan. Dalam kata pengantar di novelnya, si om mengakui bahwa dirinya 'kelewat batas' di novel ini.

March 12, 2019

Akhir, Getir

“...Human...I don't know what that word means...Tell me what defines it. What sets it apart? Are you going to tell me its love? A crocodile will defend her brood to the death. Hope? A lion will stalk its prey for days. Faith? Who is to say what gods populate an orangutan's imagination. We build? So do termites. We dream? House cats do that on the windowsill...We live in a shabby edifice...hastily erected over a span of ten thousand years, and we draw he flimsy curtains to hide the truth from ourselves...”
- Dr.Pellinore Warthrop -

 

Baru Januari lalu saya mencurhatkan tentang buku ketiga dari seri THE MONSTRUMOLOGIST karya Rick Yancey yang berjudul THE ISLE OF BLOOD (cek di sini), tak diduga kabar baik muntjul dalam buku terakhir yang nongol baru saja kemarin untuk edisi terjemahannya. THE FINAL DESCENT dalam judul terjemahan TURUNAN TERAKHIR sudah bisa anda temukan di toko-toko buku kesayangan. Buku pamungkas ini tidak setebal tiga pendahulunya, hanya sekitar 300an halaman. Namun, seperti judul curhatan kali ini, pamungkas yang dihadirkan om Yancey memunculkan satu kata, GETIR.

Mengapa kok lebih tipis? Apa yang terjadi dengan Will Henry dan Doktor Warthrop?

March 11, 2019

Don't Wake Aurora Up, She Hates It

“...That was one way in which the sexes had never been equal; they were not equally dangerous...”
- Stephen King -

 

Beberapa waktu lalu, MasJun membelikan saya novelnya om King yang dibikin duet dengan anaknya - Owen King, berjudul SLEEPING BEAUTIES (2017). Selain karena saya adalah budak cintanya om King, judul novel stand alone ini tentunya mengingatkan khalayak pada dongeng ternama tentang Putri Tidur yang harus dikecup sang pangeran biar bangun. Namun, dalam kisah kompleks ini, jangan coba-coba membangunkan. You'll end up dead.

Seperti biasa, tebalnya sekitar 699 halaman, dengan jumlah tokoh yang banyak dan saling berkelindan. Menarik tentunya, semakin tebal semakin seksi. Ada hawa CASUAL VACANCY-nya tante Rowling dan ada rasa-rasa UNDER THE DOME di sini. Kalau belum baca, silakan melipir sana. Lantas bagaimana kesan keseluruhan? Yok disimak curhatan ini sampai tuntas.

March 6, 2019

When I Feel an Urge to Have a Dragon for Keeping My Books and Travelling With Me

"...I didn't write this story for people who want to rule the world, or for those who always have to show tat they are stronger, faster, and better than everyone else...or for those who think that human beings are the crown of creation
This story is for all who have the courage to protect instead of dominate, to save instead of plundering, and to preserve instead of destroying..."
- Cornelia Funke -






Meskipun menurut buku ajar FANTASTIC BEASTS AND WHERE TO FIND THEM yang menyebutkan bahwa naga mendapatkan tanda silang XXXXX (berbahaya dan tidak mungkin ditaklukkan), nyatanya naga selalu menjadi subjek menarik dalam berbagai kisah fantasi. Kita tahu bahwa naga memiliki kebijaksanaan mendalam, keserakahan (Smaug, sebagai contoh), dan jelas kekuatan yang luar biasa. Saya jelas kepingin punya satu buat menjaga buku-buku dan jalan-jalan ke seantero dunia, pilihan transportasi menarik selain balon udara warna-warni, bubuk Floo, portkey, atau pintu kemana saja.

Sebagai fans novel fantasi bikinan Cornelia Funke, novelis asal Jerman dengan karya-karya legendaris captivating seperti INKHEART SERIES, MIRRORWORLD SERIES, dan novel-novel stand alone indahnya, saya cukup terkejut bahwa ada lanjutan dari kisah DRACHENREITER yang saya baca sekian tahun lalu. Judulnya kali ini THE GRIFFIN'S FEATHER.

March 4, 2019

R.A.F.E (Rules Aren't For Everyone)

“...There’s only one problem: Bullies, it turns out, don’t read too much. I guess reading really isn’t a job requirement in the high-paying fields of name-calling, nose-punching, and atomic-wedgie-yanking...”
- Rafe Katchadorian -

Rafe dan teman-teman satu kabin


Hai..
Dalam beberapa waktu terakhir, saya sepertinya kebanyakan urusan dan distraksi sehingga menelantarkan blog ini. Mohon maaf ya blog, kali ini saya akan menulis lagi. Tetap receh curhatan tidak terlalu penting seperti biasa. 

Kisah kali ini diperoleh dari hasil berburu pas presale BIG BAD WOLF Jakarta 2019 beberapa hari lalu dan saya menemukan beberapa wishlist yang menjebol dompet. Tapi it's worth it. Rehat dunia nyata yang super menyenangkan. Semacam highlight di awal tahun 2019 yang dibanjiri oleh beraneka keributan dunia maya, perpolitikan, plus kerusakan tiada habis bikinan seantero umat.

Baca apa kali ini?

January 30, 2019

Hujan Darah

"...Is it any wonder the power this man held over me - this man who did not run from his demons like most of us do, but embraced them as his own, clutching them to his heart in a choke-hold grip. He did not try to escape them by denying them or drugging them or bargaining with them. He met them where they lived, in the secret place most of us keep hidden. Warthrop was Warthrop down to the marrow of his bones, for his demons defined him; they breathed the breath of life into him; and without them, he would go down, as most of us do, into the purgatorial fog of a life unrealized..."
- William James Henry -




Ranah novel fantasi adalah dunia bacaan menyenangkan yang telah menemani saya sejak dini. Subgenre-nya yang multivariasi dengan berbagai level keseruan, membuat saya bertahan menjadi fans garis keras dalam kisah-kisah yang katanya cuma dongeng semata. Kali ini yang membuat saya terhibur dengan cara yang cukup kelam dan memualkan, adalah buku ketiga dari seri MONSTRUMOLOGIST, bikinan Rick Yancey dengan judul THE ISLE OF BLOOD, edisi terjemahannya berjudul PULAU DARAH, baru nongol beberapa hari lalu di toko buku.

Saya sudah mengikuti seri pekat ganjil ini sejak awal, yakni SANG MONSTRUMOLOGIS dan KUTUKAN WENDIGO (curhatannya di sini dan di situ). Kisah petualangan Will Henry bersama guru/mentor/wali-nya Dr.Pellinore Warhtrop yang sangat ahli dan mumpuni dalam bidang biologi menyimpang-monster, mengusung kegelapan-kegelapan yang semakin dalam, pekat, filosofis, dan tentunya tetap menggugah.

January 24, 2019

Fungsi Perempuan



“...We were the people who were not in the papers. We lived in the blank white spaces at the edges of print. It gave us more freedom.

We lived in the gaps between the stories...”
- Margaret Atwood -



Saya tidak pernah merasa seterhina ini saat dan sesudah membaca sebuah buku. Itu saya ungkapkan beberapa jam lalu ketika random curhat emosian paska menyelesaikan sebuah bacaan yang cukup depresif. Bagi yang sudah familier dengan gambar di atas, ini adalah curhatan tentang THE HANDMAID'S TALE, yang diterjemahkan dalam judul KISAH SANG HANDMAID, bikinan Margaret Atwood yang terbit edisi aslinya tahun 1985. Edisi terjemahannya baru muncul Januari 2019 ini, mungkin mengingat kesuksesan seri adaptasinya.

Jadi kenapa sih kok gitu amat?

January 22, 2019

Pasir dan Api

“...Tell me that and we’ll go. Right now. Save ourselves and leave this place to burn. Tell me that’s how you want your story to go and we’ll write it straight across the sand...”
- Alwyn Hamilton -



Kisah-kisah berbau Arabian Nights sepertinya memang masih mampu menjadi story material yang menarik bagi pembaca novel fantasi. Sebut saja dwilogi THE WRATH AND THE DAWN bikinan Renee Ahdieh yang bikin klepek klepek itu. Namun kali ini saya akan mencurhatkan tentang buku terakhir dari trilogi REBEL OF THE SANDS bikinan Alwyn Hamilton. Tidak ada edisi terjemahannya, mohon maaf. Buku ketiga ini berjudul HERO AT THE FALL, pamungkas dari dua buku sebelumnya berjudul REBEL OF THE SANDS (di sini ada curhatannya) dan TRAITOR TO THE THRONE (cek sini)

January 16, 2019

Kura-Kura Melawan Raja

"...Kura-Kura Berjanggut, kisah tentang seekor kura-kura tua yang merasa dirinya paling pintar dan bijaksana, tapi ditipu oleh seekor unta pengelana yang dikutuk Nabi Sulaiman..."
- Sultan Nuruddin -

Kapal Inggris yang mendarat di Kerajaan Lamuri

Beberapa waktu lalu, saat saya berpartisipasi dalam diskusi hangat tentang sebuah novel fantasi terjemahan yang disponsori penerbit, saya dan seorang publisis penerbit tersebut membicarakan topik di luar bahan diskusi hari itu. Sebuah novel lokal berjudul KURA-KURA BERJANGGUT, karya Azhari Aiyub yang ternyata terbit April 2018 dan memenangkan Kusala Sastra Khatulistiwa 2018. Novel ini menjadi semacam perbincangan hangat di komunitas di luar zona nyaman saya yang sebagian besar berkutat pada novel fantasi terjemahan.

KURA-KURA BERJANGGUT dapat dikategorikan sebagai semacam fiksi sejarah. Ditulis dengan rinci dan meyakinkan, novel setebal 960 halaman ini menjadi sebuah karya yang 'berani' untuk penulis Indonesia. Mengapa saya sebut demikian? Karena menulis dan menerbitkan novel setebal ini pertaruhannya tidak main-main, harga produksi saja sudah bikin pusing. Lantas, apakah layak dengan ketebalan begini?

January 6, 2019

Bermain dengan Takdir

“...Real life's nasty. It's cruel. It doesn't care about heroes and happy endings and the way things should be. In real life, bad things happen. People die. Fights are lost. Evil often wins...”
- Darren Shan -


Halo, 2019 sudah hadir !

Mengawali tahun ini, saya akhirnya menyelesaikan membaca sebuah seri alias saga yang sudah hits bertahun-tahun lalu. Tidak tanggung-tanggung, ada 12 buku, yang untungnya setebal Goosebumps. 6 buku saya selesaikan di 2018, dan sisanya baru kelar barusan. Pendapat keseluruhan: menarik.

Seri apa sih?

DARREN SHAN SAGA, adalah sebuah seri yang ditulis oleh Darren Shan dan terbit mulai dari tahun 1997-2004 di luar sana, sedangkan untuk edisi terjemahan, kelar 2010 lalu dalam bentuk tiga boxset berwarna merah, hijau, dan biru yang merupakan edisi langka incaran para kolektor novel fantasi. Saya seperti biasa, memperoleh seri ini dengan harga yang cukup rasional dari toko buku langganan. Tidak langsung dibaca, tetapi ditimbun dulu seperti biasa. Saat saya sedang libur begini, keinginan untuk menuntaskannya pun muncul, dan syukurlah saya berhasil.

The Long Conversation With You

  “The worst part of holding the memories is not the pain. It's the loneliness of it..." - Lois Lowry Hi Mas, it's been a while...