June 11, 2018

Dragonzilla versus Titanic

"...You named him Festus? You know that in Latin, ‘festus’ means ‘happy’? You want us to ride off to save the world on Happy the Dragon...?”
- Jason Grace -

Ukrainian Ironbelly -- go check your textbook
 

Setelah sekian lama teralihkan oleh rutinitas baru mengasuh para ponakan yang unyu, saya akhirnya bisa menuntaskan membaca sebuah buku lagi. Kids run the world -- my world. Maka setelah mereka bobo cantik, saya bisa sedikit me time dengan rutinitas hobi yang sempat terpinggirkan.

Buku apa kali ini ?
Bagi penggemar novel fantasi dengan genre middle grade mungkin pernah membaca THE SECRET SERIES karya penulis misterius bernama Pseudonymous Bosch. THE SECRET SERIES ini terdiri dari lima buku yang kesemuanya telah diterjemahkan ke bahasa Indonesia beberapa tahun silam oleh Penerbit Elex Media Komputindo. THE SECRET SERIES : THE NAME OF THIS BOOK IS SECRET, IF YOU'RE READING THIS IS TOO LATE, THIS BOOK IS NOT GOOD FOR YOU, THIS ISN'T WHAT IT LOOKS LIKE, dan YOU HAVE TO STOP THIS adalah seri dengan judul-judul aneh mengisahkan petualagan Cassandra--Cass dan sahabatnya, Max-Ernest yang tetiba tergabung dalam sebuah Perkumpulan Terces. Singkat kisah, perkumpulan ini harus mengalahkan ambisi menguasai dunia oleh sebuah perkumpulan lain yang menyebut diri mereka sebagai Matahari Tengah Malam.


edisi terjemahan oleh Elex Media Komputindo dengan cover sama dengan edisi asli

Nah, tidak berlama-lama di THE SECRET SERIES, Bosch muncul kemudian dengan seri baru BAD BOOKS, dengan buku pertama BAD MAGIC. Saya pikir ini tidak ada urusannya dengan THE SECRET SERIES, namun seperti biasa, penulis ini memang menjadi menyebalkan dengan memunculkan kaitan tidak terbantahkan dalam kisahnya. BAD MAGIC kali ini mengusung tokoh utama bernama Clay, anak lelaki adik dari Max-Ernest yang tetiba harus diungsikan oleh kedua orang tuanya untuk berkemah ke sebuah pulau terpencil bernama Pulau Prince, dengan nama perkemahan tak lazim, yakni Peternakan Bumi. Bertepatan pulak dengan ultahnya Clay. Birthday surprise yang tak jelas juntrungannya.  

Keabsurd-an Peternakan Bumi dan orang-orang di dalamnya mulai menimbulkan tanda tanya bagi Clay. Dari awal saja udah semakin tidak jelas ini tempat apa. Merutuki nasib, akhirnya Clay menemukan kebenaran bahwa Peternakan Bumi adalah semacam Hogwarts versi amburadul yang berisi anak-anak dengan kemampuan khusus. Masalah muncul ketika Perpustakaan Prince yang tersembunyi di dekat gunung berapi memiliki rahasia tersendiri dan Clay secara sial terlibat di dalamnya.

edisi terjemahan oleh Elex Media Komputindo


Tidak perlu menunggu lama, selang beberapa bulan saja, buku keduanya, BAD LUCK muncul edisi terjemahannya. Kali ini, Clay mesti berurusan dengan masalah besar dalam wujud Naga. Yep, NAGA. Masalah Clay bertambah runyam karena si Naga ini bisa ngobrol enak sama dirinya via telepati. Ribet siah. Belakangan, konfrontasi tak terhindarkan mulai menghampiri Clay dan personel Peternakan Bumi melawan musuh lama sang kakak, Matahari Tengah Malam.

Kisah ini mengambil masa sepuluh tahun lebih pasca insiden di THE SECRET SERIES dan baru terungkap musuh yang sama dengan ambisi tak kelar-kelar. Si Naga ikut kebawa-bawa dan ujung-ujungnya ampe nyeruduk kapal pesiar gede yang tenggelam ga pake nabrak gunung es. Clay mau tak mau berurusan dengan kehebohan ini karna kesian sama si Naga yang diculik.

edisi terjemahan oleh Elex Media Komputindo

Bosch yang sok sok misterius dan menyebalkan ini sibuk nyinyirin pembaca dengan catatan kaki yang banyak tidak ada faedahnya. Seri ini memiliki nyawa middle grade yang seru, mengingatkan pada kisah-kisah tenar lain seperti Harry Potter (disebut di sini), The Hobbit (Smaug yang jadi fokusnya juga kesebut), A Series of Unfortunate Events, Bartimaeus Trilogy, Magic Thief, Eragon, bahkan mungkin kesialan Alcatraz versus The Evil Librarians juga ikut menular pada Clay. Nah, pengemasan seri BAD ini cukup sederhana dengan rancang semesta simpel seenaknya sesuai nyinyiran si penulis yang tiada henti mengganggu pembaca. 


Untuk pembaca muda dan tidak muda lagi (kayak saya), seri ini cukup menyenangkan karena ringan dan bikin sebal. Ketidak-masuk akal-an para tokoh cukup membuat geli dan bikin sebal sekaligus. Namun setelah membaca BAD LUCK, jelas penasaran menunggu buku ketiganya (terakhir nih ?), BAD NEWS dimunculkan. Semoga tidak lama yaaahh.

Intinya : draco dormiens nunquam titillandus, jangan gangguin naga yang sedang tidur. Sukur sukur si Naga mau diajak temenan, kalau lebih sial bisa aja langsung dipanggang. ^^ 


PS : keberadaan Max-Ernest dan kemungkinan identitas si Bosch ini akan sedikit terkuak dalam BAD LUCK...hihihihi


“...Generally speaking, books don't cause much harm. Except when you read them, that is. Then they cause all kinds of problems. Books can also provoke emotions. And emotions sometimes are even more troublesome than ideas. Emotions have led people to do all sorts of things they later regret-like, oh, throwing a book at someone else...”
- Pseudonymous Bosch -

No comments:

Post a Comment

The Long Conversation With You

  “The worst part of holding the memories is not the pain. It's the loneliness of it..." - Lois Lowry Hi Mas, it's been a while...