September 20, 2018

Jam Berisik

"...Unexplained noises are best left unexplained..."
- John Bellairs -



Paska menjalani rutinitas baru sebagai mahasiswi di ibukota, saya cukup ngos-ngosan dengan densitas dari materi kuliah plus tugas-tugasnya. Untungnya, jadwal kuliah ini tidak penuh dalam satu bulan. Akhirnya saya rehat sejenak sambil mikir mau bikin pe-er namun hasrat menunda begitu besar, ditambah kedatangan senior saya yang mentraktir nonton dan makan-makan enak di mall setempat. Anak kosan sobat misQin yang masih pengangguran ini tentunya tidak menolak.

Maka pergilah kami menonton sebuah pilem fantasi berjudul A HOUSE WITH A CLOCK IN ITS WALLS. Pilem yang warna-warni magis ini berlatar di suatu kota kecil bernama New Zebedee tahun 1955, dimana Lewis Barnavelt, si bocah cowok unyu yatim piatu harus tinggal bersama pamannya, Jonathan Barnavelt, nan jomblo namun eksentrik.


Jonathan menyimpan rahasia berbahaya. Dirinya dan sobat berantem TTM-annya, Mrs.Zimmerman, adalah penyihir handal yang ternyata berusaha memecahkan misteri rumah peninggalan penyihir legendaris Isaac Izard. Rumah ini selalu dihiasi berisiknya bunyi jam. Jam inilah yang dicari oleh Jonathan dan Mrs.Zimmerman karena mendiang Isaac Izard menyimpan misteri penemuan sihir berbahaya dengan menggunakan jam tersebut. Dan Lewis, terpicu rasa ingin tahu yang meluap-luap, membuat urusan dengan rumah ini menjadi makin pelik.

Kisah yang cukup sederhana, agak hobi ngagetin, warna-warni, dan kelucuan ala Jack Black yang memerankan tokoh Jonathan, membuat pilem ini layak tonton meskipun tidak berat seperti halnya pilem-pilem fantasi lain. Dan saya yang memang kudet akhirnya cek ke embah Gugel, baru tau bahwa pilem ini adalah adaptasi dari novel berjudul sama yang terbit tahun 1973 karya John Bellairs. Ada 5 buku sepertinya, dan belum ada terjemahannya di Indonesia. Mungkin sudah masuk ke klasik ya. Tapi cukup menggugah untuk dibaca (jangan nambah-nambah woi).

official movie poster

Mungkin pilem ini tidak begitu memuaskan bagi para kritikus, tapi bagi saya ini adalah tipikal pilem keluarga yang cukup segar dan menyenangkan. Aspek horor, magis, dan mungkin sedikit steampunk muncul dalam pilem ini. Menariknya, akar masalah berupa perang dan ketidakpentingannya menjadi trigger yang menentukan dalam awal mula rumah dengan jam berisik ini. Mitos terkait pun dimunculkan. Sebaiknya agak mikir juga kalau mau bawa anak kecil banget nonton, lucu sih, tapi nanti bisa memicu pertanyaan-pertanyaan cukup pelik dari si kecil.

ini bukunya

Yang jelas, pilem ini bisa jadi pilihan menonton yang cukup menarik di bioskop. Sayangnya harus bersaing dengan pilem-pilem blockbusters Hollywood lain. Namun tidak ada salahnya mencoba. Bagi saya, gratisan dan jelas bagus. Dobel rejeki.

Kapan lagi liat Cate Blanchett tampil jadi penyihir apik non Galadriel n ga ngamuk ala Hela ? 
Akting si Owen Vaccaro pemeran Lewis pun unyu banget, mengingatkan pada masa-masa keemasan dan keimutan Macaulay Culkin dulu (e ketahuan udah tua).




"...But books are curious objects. They have the power to trap, transport, and even transform you if you are lucky. But in the end, books—even magic ones—are only objects pieced together from paper and glue and thread. That was the fundamental truth the readers forgot. How vulnerable the book really was. To fire. To the damp. To the passage of time. And to theft..."
- Traci Chee -


No comments:

Post a Comment

The Long Conversation With You

  “The worst part of holding the memories is not the pain. It's the loneliness of it..." - Lois Lowry Hi Mas, it's been a while...