October 25, 2018

Sudut Pandang Kosmik

"...We are all connected; To each other, biologically. To the earth, chemically. To the rest of the universe atomically..."
- Neil deGrasse Tyson -



Modul kuliah pertama saya di jenjang pendidikan strata dua ini menyodorkan hal yang disebut sebagai filsafat. Filsafat berasal dari bahasa Yunani (like usual) yang berarti 'cinta pada kebajikan', selain itu juga dapat diartikan sebagai 'ingin mengetahui sedalam-dalamnya'. Maka dari itulah pelajaran ini menarik, meskipun jelas abstrak dan bikin pening, lebih pening dibanding menghitung dosis obat demam untuk bayi.

Lantas urusannya apa dengan filsafat ?
Tenang, saya nggak akan menulis atau berbagi tugas kuliah saya di sini, tapi sebagai pengantar, saya rasa filsafat memang suitable mewakili keingintahuan tiada habis umat manusia tentang berbagai jenis keilmuan. Ujung-ujungnya selalu masalah dari mana, untuk apa, mau kemana kita akan dibawa dalam jagad raya mahaluas ini.

October 22, 2018

Naik Kereta ke Menara

"...Don't ask me silly questions, I won't play silly games
I'm just a simple choo choo train and I'll always be the same.
I only want to race along, beneath the bright blue sky
And be a happy choo choo train, until the day I die..."

- Choo choo the Train -




Blaine the Mono



Sewaktu saya menjalankan niat ke perpustakaan kampus yang nun jauh di sana untuk ceritanya mengerjakan tugas bersama seorang kolega (sebut saja namanya mba Ina, hobinya ngebut naik Honda), kami menjelajah perpustakaan besar tersebut setelah tugas tuntas. Seperti yang kita ketahui, perpustakaan adalah ruang harta karun yang mampu menawar dahaga dan penat otak. Dan saya beruntung menemukan satu eksemplar kucel dari buku ketiga seri THE DARK TOWER, bikinan om King, dengan judul THE WASTE LANDS.

Kok nggak menunggu edisi terjemahan ?
Seperti biasa saya lelah menunggu. Dan karena saya adalah anggota dari rombongan Crazy unRich Anakosan, jadi harapan perbukuan harus disandarkan kepada perpustakaan. Untungnya perpustakaan bersedia memenuhi hasrat remah-remah karbon ini.

Merunut ke Akar Masalah

“...Looks? Who cares about that? It’s superficial. Outward appearance doesn’t interest me at all. Why do you think I hang around with you...?”
- The Skull -

Anthony, Holly, George, Lucy, dan Tengkorak dalam toples (Kipps masih di toko Arif-beli donat, Flo di pasar gelap-bertransaksi)


Setelah penantian setahun, akhirnya edisi terjemahan dari buku terakhir seri LOCKWOOD&CO berjudul THE EMPTY GRAVE muncul di toko buku. Sebagai penduduk baru Jabodetabek, saya bisa mendapatkan buku ini dengan lebih cepat dan demi kesetiaan saya pada si Tengkorak, saya menuntaskannya tanpa menunda.

Curhatan ini mengandung spoiler buku sebelumnya. Kalau tak suka, silakan menyingkir. Terima kasih.

October 10, 2018

October's Fest

“...Listen! The wind is rising, and the air is wild with leaves...We have had our summer evenings, now for October eves..!”
- Humbert Wolfe -

Labu kuning bukan yang ditanam Hagrid


Oktober sudah berjalan lebih dari seminggu, dan ini menandakan saya sudah berada di kota ini hampir dua bulan. Feeling the sense of belonging ? Nah, not yet. Meskipun kehidupan perkuliahan cukup menyenangkan dengan standar pendidikan mencengangkan, namun saya tidak bisa memaksakan diri untuk menemukan rasa memiliki secepat itu. Oke cukup curhatnya (tentu tidak, tulisan ini isinya curhat semua).

Beberapa hal yang membuat kangen adalah membaca novel fiksi. Tidak mau menyalahkan kesibukan studi, saya cukup tahu diri bahwa lebih prioritas membaca jurnal-jurnal daripada memaksa membaca kisah fiksi. Akan tetapi, seperti prinsip yang dianut oleh rekan-rekan sejawat saya satu angkatan dulu, jangan sampai kuliah mengganggu hobi.

Kegiatan membaca fiksi Oktober ini dimulai dengan hadirnya edisi cetak ulang dari seri detektif THEODORE BOONE karya John Grisham. Seri ini berkisah tentang seorang remaja lelaki bernama Theodore Boone yang jago sekali berargumen berdasarkan data dan fakta. Tidak heran, Theo dibesarkan oleh ayah-ibu yang keduanya adalah pengacara. Theo amat familier dengan masalah hukum, perdata, pidana, dan segala tetek bengeknya. Dan dalam tiap bukunya yang tidak terlalu tebal, Theo memecahkan kasus-kasus dengan metode menarik tanpa over acting dan drama berlebihan.

September 24, 2018

Wanna Push the Button ?

"...Quiet is peace. Tranquility. Quiet is turning down the volume knob on life. Silence is pushing the off button. Shutting it down. All of it..."
- Khaled Hosseini -




Sebenarnya, saya punya tumpukan tugas kuliah yang harus diselesaikan dalam dua minggu, sekian paper, sekian presentasi (ciee mahasiswa). Namun, kebiasaan jelek bernama procrastination muncul dan bertahan dengan kece sepanjang akhir minggu pertama menuju deadline. Apa yang saya kerjakan ? Yah, read my fav books. Kembali ke bukunya om King, dengan judul GWENDY'S BUTTON BOX, yang dibuat duet bareng Richard Chizmar.

Apa yang akan anda lakukan kalau punya kekuasaan menghancurkan suatu tempat dengan hanya menekan satu tombol saja ?

September 20, 2018

Jam Berisik

"...Unexplained noises are best left unexplained..."
- John Bellairs -



Paska menjalani rutinitas baru sebagai mahasiswi di ibukota, saya cukup ngos-ngosan dengan densitas dari materi kuliah plus tugas-tugasnya. Untungnya, jadwal kuliah ini tidak penuh dalam satu bulan. Akhirnya saya rehat sejenak sambil mikir mau bikin pe-er namun hasrat menunda begitu besar, ditambah kedatangan senior saya yang mentraktir nonton dan makan-makan enak di mall setempat. Anak kosan sobat misQin yang masih pengangguran ini tentunya tidak menolak.

Maka pergilah kami menonton sebuah pilem fantasi berjudul A HOUSE WITH A CLOCK IN ITS WALLS. Pilem yang warna-warni magis ini berlatar di suatu kota kecil bernama New Zebedee tahun 1955, dimana Lewis Barnavelt, si bocah cowok unyu yatim piatu harus tinggal bersama pamannya, Jonathan Barnavelt, nan jomblo namun eksentrik.

September 2, 2018

Muridnya Sableng, Gurunya Gendeng

"... satu hal yang harus kau ingat, manusia-manusia jahat itu mudah sekali berserikat dalam kejahatan...sebaliknya, manusia yang katanya orang baik-baik kerap kali tidak saling akur...itu sebabnya kejahatan terlihat selangkah lebih cepat dari kebaikan..."
- Kiai Gede Tapa Pamungkas -



Melanjutkan sesi nonton weekend bersama Incil (yang untungnya nggak ada panggilan konsul untuk visum), saya akhirnya menonton pilem laga kolosal legendaris yang nostalgik di bioskop terdekat. WIRO SABLENG adalah proyek terkini pilem laga Indonesia yang mengusung kisah Wiro Sableng, tontonan favorit kita dulu di televisi (jangan tanya televisi sekarang apa, saya nonton Spongebob saja..lalu disensor KPI di tempat-tempat yang ridiculously inappropriate). Bagi kalangan tua macam saya (ciee tua), Wiro Sableng adalah tontonan wajib sama halnya Si Doel Anak Sekolahan. Begitu tau akan diangkat ke layar lebar, saya cukup excited. Jarang loh model yang malas nonton pilem lokal macam saya ni bisa menggebu-gebu.

Kehadiran logo 20th Century Fox yang muncul membuka pilem menghadirkan suasana nonton pilem impor. Dan kita memang tau, bahwa Lifelike Pictures yang memproduksi pilem ini bekerjasama dengan 20th Century Fox untuk mewujudkan semesta laga si Wiro ke layar lebar, sekalian juga promo dan rilisnya secara internasional (ingat teaser DEADPOOL 2 yang memunculkan Wiro dan Anggini nyasar ke semesta X-Men --- fyi Deadpool itu masuk X-Men yaaaa).

The Long Conversation With You

  “The worst part of holding the memories is not the pain. It's the loneliness of it..." - Lois Lowry Hi Mas, it's been a while...